IHSG Tembus Level 6.100 Disokong Lonjakan Saham BMRI-BBCA

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:24:44 WIB
Ilustrasi saham.(FOTO:NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 4,24 persen sepanjang periode perdagangan 13-17 Juli 2026.

Apresiasi indeks utamanya didorong oleh reli saham-saham berkapitalisasi pasar besar, di mana PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi tiga pendorong utama yang membawa IHSG kembali melewati level 6.100.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI memimpin sebagai penggerak utama IHSG sepanjang 13-17 Juli 2026 setelah melesat 9,8 persen dalam satu minggu dan menyumbang 32,66 poin terhadap indeks.

Peringkat selanjutnya diisi oleh saham BBCA yang menguat 4,86 persen dengan sumbangsih 26,47 poin, lalu diikuti saham BBRI yang naik 6,45 persen serta memberikan tambahan sebesar 26,27 poin bagi pergerakan IHSG.

Selain dari industri perbankan, penguatan indeks juga mendapatkan sokongan dari saham-saham di sektor komoditas.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpantau melomjak 12,25 persen dalam sepekan dan memberikan kontribusi 18,11 poin terhadap IHSG.

Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut menguat 7,26 persen dengan sumbangan 16,61 poin.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga merangkak naik 7,14 persen dan memberikan tambahan 13,04 poin, sementara saham PT Astra International Tbk (ASII) terapresiasi 6,03 persen dengan kontribusi sebesar 11,81 poin.

Melalui dorongan dari saham-saham tersebut, IHSG secara akumulatif menguat 4,24 persen atau bertambah sebanyak 251,17 poin ke posisi 6.175,535 dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.924,360.

Dalam rentang satu minggu, indeks saham bergerak pada area terendah di posisi 5.898,14 hingga sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.192,65.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa aktivitas perdagangan di pasar modal juga mengalami peningkatan sepanjang pekan tersebut.

Rata-rata nilai transaksi harian tercatat melonjak 36,25 persen menjadi Rp 13,99 triliun dari yang sebelumnya Rp 10,27 triliun pada pekan lalu.

“Data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami kenaikan sebesar 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam siaran press, Sabtu (18/7/2026).

Bukan hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 24,60 persen menjadi 2,33 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 1,87 juta kali transaksi pada pekan sebelum itu.

Laju kenaikan IHSG ini pun ikut mengerek nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar 3,95 persen menjadi Rp 10.749 triliun dari Rp 10.340 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sebagai informasi tambahan, IHSG ditutup memarkirkan diri di zona hijau pada perdagangan hari Jumat (17/7/2026).

Indeks saham melejit sebesar 1,10 persen menuju level 6.176.

Tren penguatan ini ditopang oleh aksi beli bersih (net buy) oleh pemodal asing yang menembus Rp 725 billion.

Aksi beli bersih asing paling jumbo dibukukan pada saham BBCA dengan nilai mencapai Rp 698 miliar.

Selanjutnya, saham BMRI mencatatkan nilai net buy sebesar Rp 375 miliar, BBRI senilai Rp 268 miliar, TLKM sebesar Rp 76 miliar, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebanyak Rp 29 miliar.

Sebaliknya, investor asing justru membukukan aksi jual bersih (net sell) paling besar pada saham ASII senilai Rp 163 miliar.

Aksi lepas saham juga melanda saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai Rp 41 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 34 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 31 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebanyak Rp 26 miliar.

Di sepanjang sesi perdagangan berjalan, IHSG bergerak dinamis di rentang 6.079,318 sampai dengan 6.192,658, setelah sempat dibuka pada posisi awal 6.112,842.

Apresiasi IHSG ditopang oleh dominannya jumlah saham yang mengalami penguatan.

Tercatat ada sebanyak 349 saham ditutup di zona hijau, 261 saham terpantau melemah, dan 187 saham bergerak tanpa perubahan.

Aktivitas transaksi perdagangan di BEI terpantau cukup padat.

Volume perdagangan tercatat mencapai 29,176 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,348 triliun.

Frekuensi transaksi harian dibukukan sebanyak 2.024.053 kali, sedangkan total kapitalisasi pasar BEI bertengger di level Rp 10.773,199 triliun.

Terkini