BI: Likuiditas Perbankan Terjaga, Suku Bunga Antarbank Turun

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:24:44 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI).(FOTO:NET)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian bahwa kondisi likuiditas di sektor perbankan tetap aman di tengah pergerakan pasar keuangan.

Hal ini terlihat dari menyusutnya suku bunga antarbank atau INDONIA yang menandakan tekanan permintaan likuiditas di pasar uang mulai berkurang.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyebutkan bahwa INDONIA yang sebelumnya sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026 telah menyusut ke level 6,17 persen pada 16 Juli 2026.

"Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai," ujar Destry dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7).

Destry memaparkan bahwa situasi ini ditopang oleh langkah ekspansi likuiditas lewat beragam instrumen operasi moneter, seperti repo, swap, hingga akuisisi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Sampai dengan 16 Juli 2026, suntikan likuiditas BI lewat operasi moneter dibukukan menyentuh Rp837,11 triliun.

Menurut Destry, kebijakan ini ikut mempertahankan pertumbuhan uang primer atau M0 tetap tumbuh di angka dua digit, yaitu sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada akhir Juni 2026.

Bukan hanya menyuntikkan likuiditas, BI juga konsisten membangun komunikasi erat bersama industri perbankan demi menyelesaikan kendala penyaluran likuiditas antarbank.

"Bank Indonesia juga terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik," ujar Destry.

BI pun senantiasa mematangkan pasar uang lewat kolaborasi dengan asosiasi pasar, sektor perbankan, serta otoritas terkait demi mewujudkan pasar uang yang lebih kuat, likuid, dan produktif.

Bersamaan dengan itu, pemantauan serta pengawasan kian dioptimalkan guna menjamin aktivitas pasar tetap berjalan dalam batas yang wajar.

Selanjutnya, BI menegaskan bakal terus mengawal ketersediaan likuiditas demi menopang keberhasilan transmisi kebijakan moneter, mempertahankan stabilitas sistem keuangan, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.

"Strategi ini juga terus diperkuat agar distribusi likuiditas antar bank terjaga baik sehingga dapat mendukung proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter," ujar Destry.

Terkini