Pemerintah Tunjuk Kopdes Merah Putih Salurkan KUR dan Bansos

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:24:44 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.(FOTO:NET)

JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengumumkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan ditunjuk secara resmi sebagai lembaga yang menyalurkan komoditas bersubsidi dan bantuan sosial.

Komoditas seperti elpiji 3 kg, pupuk, minyak goreng, serta beras bakal didistribusikan secara langsung lewat koperasi tersebut.

Langkah ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi tata kelola Koperasi Desa Merah Putih ke depannya.

Ia menerangkan bahwa program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT), bansos, hingga bantuan pangan non-tunai nantinya juga akan dialirkan lewat KDKMP.

Mekanisme permodalan dari perbankan, termasuk di dalamnya skema penyaluran KUR serta program Mekar BRI, bakal memperkokoh peran koperasi sebagai pusat pelayanan keuangan di tingkat desa.

“Sejak kemarin sudah ada arahan Presiden untuk mempersiapkan Perpres, termasuk soal penyaluran barang dan status manajerial koperasi,” ujar Ferry dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Di sisi lain, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengimbuhkan bahwa KDKMP ke depan bakal berfungsi sebagai sarana pokok dalam menyebarkan pangan bersubsidi berdasarkan hasil keputusan rapat terbatas (ratas).

Melalui dukungan penuh dari pemerintah ini, ia meyakini tingkat kesejahteraan sekaligus kemandirian ekonomi warga desa bisa semakin terpacu.

“KDKMP akan memastikan gerai-gerai segera diisi barang-barang bersubsidi untuk masyarakat,” tegasnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menimpali bahwa upaya memaksimalkan potensi desa atau kelurahan akan terus berjalan karena desa menjadi pusat utama dari program KDKMP.

Kementerian Desa berkomitmen untuk mendampingi secara berkelanjutan demi mempercepat perwujudan penguatan ekonomi di pedesaan.

“Hasil usaha dari KDKMP sekurang-kurangnya 20 persen akan menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah), sementara 80 persen akan kembali berputar di desa. Kalau ini sukses, Indonesia 2045 akan menjadi kenyataan,” tandasnya.

Terkini