Data Tenaga Kerja AS Mendingin, Nilai Emas Dunia Berhasil Menguat

Senin, 06 Juli 2026 | 16:06:18 WIB
Ilustrasi emas dunia (sumber foto: NET)

JAKARTA – Tren positif harga emas dunia terpantau masih berlanjut di dekat titik tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Senin (6/7/2026). Kondisi tersebut terjadi akibat melunaknya proyeksi penaikan suku bunga acuan Federal Reserve dalam waktu dekat.

Mengacu pada data pasar, harga emas spot berjalan stagnan di level US$ 4.175,02 per ons troi sampai pukul 00.28 GMT. Untuk emas berjangka AS komoditas pengiriman Agustus justru melonjak 1,5 persen menuju US$ 4.186,80 per ons troi.

Pemicu utama penguatan ini didorong oleh melambatnya sektor ketenagakerjaan di Amerika Serikat sepanjang bulan Juni kemarin. Indikator pasar tenaga kerja yang mendingin membuat investor meyakini Bank Sentral tidak akan agresif menaikkan suku bunga.

Peluang kenaikan suku bunga untuk bulan September kini menyusut menjadi sekitar 55 persen dari yang sebelumnya di atas 60 persen. Kebijakan suku bunga rendah selalu menjadi katalis positif bagi emas selaku aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Saat ini investor sedang menantikan rilis risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve tertanggal 16–17 Juni pada hari Rabu. Dokumen itu merupakan catatan pertama di masa kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, yakni Kevin Warsh.

JPMorgan memperkirakan permintaan emas dari sektor-sektor utama tidak akan sekuat proyeksi awal mereka. Namun, mereka menaksir harga emas berkisar US$ 4.300 per ons pada kuartal III-2026 dan US$ 4.500 per ons pada kuartal IV-2026.

Mengenai perdagangan fisik, geliat pasar emas di India kembali melempem seiring melonjaknya harga dari level terendah tiga bulan. Di waktu yang sama, aktivitas pasar fisik di China justru menunjukkan perbaikan performa.

Komoditas perak spot tercatat menguat tipis 0,1 persen menjadi US$ 62,48 per ons pada perdagangan hari ini. Adapun platinum meroket hingga 0,4 persen ke US$ 1.645,05 per ons dan palladium bertambah 0,1 persen ke level US$ 1.275,18 per ons.

Terkini