Harga Emas Bertahan di Dekat Puncak Dua Pekan karena Suku Bunga AS

Harga Emas Bertahan di Dekat Puncak Dua Pekan karena Suku Bunga AS
Ilustrasi emas dunia (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga emas dunia terpantau kokoh di sekitar level tertinggi dalam dua minggu terakhir pada perdagangan Senin (6/7/2026). Komoditas ini memperoleh stimulus positif pasca-rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Hingga pukul 00.28 GMT, harga emas spot bergerak stabil pada angka US$ 4.175,02 per ons troi. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS untuk periode pengiriman Agustus mengalami kenaikan sebesar 1,5 persen ke posisi US$ 4.186,80 per ons troi.

Sinyal positif ini mencuat menyusul laporan pelemahan pertumbuhan lapangan kerja di AS yang merosot tajam pada Juni lalu. Selain itu, data penciptaan lapangan kerja untuk periode dua bulan sebelumnya juga dikoreksi menjadi lebih rendah.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga untuk pertemuan September saat ini turun ke angka kisaran 55 persen. Secara teoretis, prospek suku bunga yang lebih rendah menguntungkan emas karena statusnya sebagai aset tanpa imbal hasil.

Kini fokus perhatian para pelaku pasar tertuju pada risalah rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang diselenggarakan pada 16–17 Juni. Dokumen penting tersebut dijadwalkan bakal dirilis pada hari Rabu pekan ini.

Sementara itu, pihak JPMorgan memproyeksikan harga emas mampu menyentuh level US$ 4.300 per ons pada kuartal III-2026. Nilai tersebut diperkirakan akan terus menanjak hingga US$ 4.500 per ons pada kuartal IV-2026.

Pada pasar fisik, transaksi pembelian emas di negara India kembali lesu pada hari Jumat setelah sempat membaik. Sebaliknya, minat konsumen untuk membeli emas fisik di China memperlihatkan indikasi sedikit pemulihan.

Untuk pergerakan logam mulia lainnya, harga perak spot merangkak naik tipis 0,1 persen menuju US$ 62,48 per ons. Sedangkan harga platinum menguat 0,4 persen ke US$ 1.645,05 per ons, diikuti palladium yang naik 0,1 persen ke US$ 1.275,18 per ons.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index