Harga Emas Spot Naik ke 4.186,80 Dolar AS per Troy Ons Hari Senin

Harga Emas Spot Naik ke 4.186,80 Dolar AS per Troy Ons Hari Senin
Ilustrasi komoditas emas (sumber foto: NET)

ASIA - Harga komoditas emas mengalami penguatan dalam sesi perdagangan di wilayah Asia pada hari Senin. Kenaikan ini didorong oleh melemahnya nilai mata uang dolar Amerika Serikat karena para investor mulai menurunkan perkiraan terkait kebijakan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Aset logam mulia tersebut meneruskan tren pemulihan nilainya setelah sempat menyentuh titik terendah dalam periode delapan bulan terakhir pada pekan lalu. Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat justru mengalami penurunan hingga mendekati posisi terendah mereka dalam jangka waktu dua minggu terakhir.

Untuk pergerakan nilainya, harga emas spot merangkak naik sebesar 0,3 persen menjadi 4.186,80 dolar AS per troy ons pada pukul 01:28 WIB. Sementara itu, untuk kontrak berjangka komoditas emas terpantau melonjak hingga 1,8 persen ke angka 4.199,75 dolar AS per troy ons.

Peningkatan nilai komoditas ini terjadi pasca rilis data nonfarm payrolls yang menunjukkan hasil yang kurang bergairah pada hari Kamis lalu. Kondisi pasar tenaga kerja tersebut memicu penurunan drastis pada spekulasi pasar mengenai keleluasaan Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga acuan mereka tahun ini.

Tingkat inflasi beserta sektor ketenagakerjaan memang menjadi dua faktor utama bagi bank sentral dalam menetapkan kebijakan suku bunga. Angka inflasi Amerika Serikat yang masih berada di level tinggi diproyeksikan bakal membuat pihak bank sentral tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dalam beberapa bulan mendatang.

Kebijakan suku bunga yang tinggi pada dasarnya memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi pergerakan emas. Hal ini dikarenakan sentimen tersebut dapat meningkatkan biaya peluang dalam berinvestasi pada aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, jika dibandingkan dengan investasi pada obligasi milik pemerintah. Situasi ini telah menjadi tekanan tersendiri bagi emas di sepanjang tahun ini, sehingga menjauhkan posisi logam mulia tersebut dari pencapaian rekor tertinggi yang pernah diraih pada bulan Januari lalu.

Laporan hasil rapat Federal Reserve untuk bulan Juni dijadwalkan akan dipublikasikan pada pekan ini. Data tersebut sangat dinantikan oleh para pelaku pasar karena diharapkan mampu menyajikan proyeksi yang jauh lebih transparan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depannya.

Meskipun nilai emas batangan telah berhasil merangkak naik pada pekan lalu, secara umum tren penguatan ini masih tertahan oleh proyeksi inflasi yang diprediksi tetap tinggi, yang pada akhirnya memicu bank sentral untuk terus bersikap agresif.

Di sisi lain, penurunan harga pada sektor minyak bumi turut membantu mengurangi sebagian kecemasan pasar terhadap kondisi inflasi yang masih tinggi. Kendati demikian, para pelaku pasar diimbau untuk tetap mengantisipasi efek inflasi yang ditimbulkan oleh perkembangan industri kecerdasan buatan, serta fenomena kenaikan suhu global yang diperkirakan ikut andil dalam memicu tekanan harga yang lebih tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index