JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menganggap program uang muka nol persen untuk pengemudi Gojek sebagai wujud dukungan pemerintah dalam memperluas kepemilikan hunian bagi pekerja informal.
Langkah ini membuka jalan bagi pengemudi Gojek kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar bisa mendapatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tanpa biaya uang muka.
“Melalui kerja sama ini, mitra driver Gojek yang memenuhi ketentuan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengakses KPR dengan DP 0 persen,” kata Sid Herdi sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Skema ini diproyeksikan mampu memberi kesempatan besar bagi para pengemudi Gojek untuk mempunyai rumah pertama mereka lewat KPR subsidi. Kerja sama yang ditargetkan berjalan sampai tahun 2027 tersebut diharapkan dapat merangkul banyak pengemudi di berbagai wilayah secara lebih merata.
Pihak otoritas menyatakan bahwa pemerintah terus memperkokoh bantuan untuk MBR via program pembiayaan rumah yang beragam. Penyesuaian aturan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari OJK ikut memperbesar kesempatan warga untuk meraih pembiayaan.
Langkah strategis ini disebut selaras dengan agenda Program Tiga Juta Rumah yang tengah digenjot oleh pemerintah.
“Dengan skema DP 0 persen, Mitra Driver Gojek yang lolos verifikasi dan memenuhi ketentuan perbankan dapat memperoleh kemudahan dalam mengajukan KPR Subsidi FLPP tanpa perlu menyediakan uang muka, sehingga proses menuju kepemilikan rumah pertama menjadi lebih ringan dan terjangkau,” ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Tercatat sampai tanggal 2 Juli 2026, BP Tapera sudah mendistribusikan FLPP hingga 93.339 unit hunian dengan dana menyentuh Rp11,60 triliun.
Mayoritas penerima manfaat didominasi oleh pekerja swasta sebesar 61.126 unit atau 65,49 persen, disusul wiraswasta 15.890 unit atau 17,02 persen, PNS 7.643 unit atau 8,19 persen, serta TNI/Polri sebanyak 1.394 unit atau 1,49 persen. Angka pencapaian ini membuktikan program FLPP kian efektif menyentuh kelompok pekerja informal yang selama ini sulit menjangkau pembiayaan formal.