Stabilitas Keuangan Terjaga Kredit Investasi dan UMKM di Bali Meningkat

Senin, 06 Juli 2026 | 16:05:09 WIB
Ilustrasi umkm bali (sumber foto: NET)

DENPASAR – Nominal penyaluran kredit perbankan di wilayah Bali hingga April 2026 mengalami kenaikan 6,41% (YoY) hingga menyentuh angka Rp121 triliun. Di sisi lain, pembiayaan berdasarkan letak proyek di Bali tercatat lebih tinggi, yakni mencapai Rp147,64 triliun atau naik 9,14% (YoY).

Parjiman selaku Kepala OJK Provinsi Bali menegaskan bahwa stabilitas finansial daerah tetap tangguh walau menghadapi tantangan ekonomi dunia dan nasional. Sektor perbankan, pasar modal, hingga lembaga keuangan non-bank terus memperlihatkan tren positif dalam menggerakkan roda ekonomi Bali.

Dilihat dari fungsi penggunaannya, kredit investasi menjadi motor utama pergerakan dengan kenaikan 16,82% (YoY) atau setara Rp6,11 triliun. "Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Provinsi Bali. Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 4,68% [YoY] dan kredit modal kerja masih termoderasi -1,63% [YoY]," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Mengenai profil debitur, kelompok UMKM menyerap porsi mayoritas sebesar 51,26% dari total pembiayaan dengan pertumbuhan tahunan mencapai 5,23%. Sektor mikro dan usaha kecil memegang andil terbesar dalam komposisi penyerapan modal usaha tersebut.

Sektor Bukan Lapangan Usaha menyumbang porsi 33,32%, diikuti oleh sektor perdagangan eceran dan besar yang mengambil andil sebesar 26,95%. Pertumbuhan nominal terbesar ditunjukkan oleh sektor akomodasi serta makanan minuman yang melonjak hingga Rp2,10 triliun.

"Pertumbuhan yang signifikan tersebut mencerminkan sektor pariwisata Bali yang terus menguat dan mendorong peningkatan kebutuhan pembiayaan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rasio NPL gross perbankan Bali berada pada level aman 2,60%, mencatat perbaikan dari posisi April tahun lalu yang menyentuh 3,21 persen. Selain itu, tingkat risiko Loan at Risk (LaR) juga sukses ditekan ke angka 9,47% berkat ekspansi dan penyelesaian restrukturisasi.

Terkini