Kredit di Bali Tumbuh Enam Koma Empat Puluh Satu Persen hingga April 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 16:05:09 WIB
Ilustrasi umkm bali (sumber foto: NET)

DENPASAR – Distribusi kredit di Provinsi Bali pada April 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,41% (YoY) dengan total nilai mencapai Rp121 triliun berdasarkan area bank. Sementara itu, jika mengacu pada lokasi proyek, nilai penyaluran kredit di wilayah ini menyentuh angka Rp147,64 triliun atau meningkat sebesar 9,14% (YoY).

Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengungkapkan bahwa ketahanan sektor jasa keuangan di wilayah Bali hingga penutupan April 2026 tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik. Kondisi positif ini terlihat dari performa industri perbankan, pasar modal, serta IKNB yang terus maju dalam menyokong perekonomian daerah.

Pertumbuhan kredit tahunan ini masih ditopang oleh segmen investasi yang melonjak Rp6,11 triliun atau 16,82% (YoY), naik dari April 2025 yang tumbuh 16,49% (YoY). "Peningkatan pada kredit investasi menunjukkan kontribusi perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspansi usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Provinsi Bali. Lebih lanjut, kredit konsumsi tumbuh 4,68% [YoY] dan kredit modal kerja masih termoderasi -1,63% [YoY]," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sisi lain, jika melihat kategori peminjam, sebanyak 51,26% pembiayaan di Bali dialokasikan untuk sektor UMKM yang tumbuh positif 5,23% (YoY). Penyaluran tersebut didominasi oleh segmen mikro dengan porsi 41,84 persen serta usaha kecil sebesar 37,99%.

Berdasarkan sektor ekonomi, alokasi kredit terbesar berada di sektor Bukan Lapangan Usaha yakni 33,32% dan perdagangan besar serta eceran sebesar 26,95%. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat penambahan nominal paling tinggi, yaitu mencapai Rp2,10 triliun.

"Pertumbuhan yang signifikan tersebut mencerminkan sektor pariwisata Bali yang terus menguat dan mendorong peningkatan kebutuhan pembiayaan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kondisi kualitas kredit perbankan di Bali juga terpantau aman dengan rasio NPL gross di angka 2,60%, lebih rendah dari April 2025 yang sebesar 3,21 persen. Penurunan ini ikut didorong oleh rampungnya restrukturisasi dan ekspansi kredit yang membuat rasio LaR turun menjadi 9,47%.

Terkini