JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk mengalami rebound dan bergerak menguat pada sesi perdagangan hari Selasa (23/6/2026). Sebelumnya, pergerakan indeks ditutup mengalami penurunan sebesar 0,98% menuju ke level 6.116,6 karena para pelaku pasar memilih untuk bersikap wait and see menjelang adanya pengumuman resmi dari MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada tanggal 24 Juni 2026.
Di samping itu, situasi pasar modal juga tengah memberikan respons terhadap berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan penerapan Undang-Undang P2SK. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah munculnya wacana mengenai demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana langkah ini dinilai memiliki potensi besar dalam mengubah struktur kepemilikan sekaligus sistem tata kelola otoritas bursa pada masa yang akan datang.
Perhatian utama dari para pelaku pasar pada hari ini akan sepenuhnya tertuju kepada hasil keputusan MSCI Annual Market Classification Review. Selain memantau sentimen global tersebut, para investor di dalam negeri juga akan mengamati secara cermat data rilis mengenai M2 Money Supply di Indonesia serta melihat perkembangan terbaru terkait review peringkat kredit negara Indonesia yang dilakukan oleh lembaga S&P Global.
“Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Selama bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300–6.350,”
Sementara itu, situasi di pasar global menunjukkan bahwa indeks pada bursa saham Wall Street ditutup dengan hasil yang bervariasi pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup menguat sebesar 0,29% ke level 51.712,7.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada indeks S&P 500 yang mengalami pelemahan sebesar 0,37% ke posisi 7.472,7 serta indeks Nasdaq Composite yang juga merosot sebesar 1,32% menjadi 26.166,6.