Catat Jadwal Pembagian Dividen Saham BFIN Sebesar Rp 3.500 per Lot

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48:23 WIB
Ilustrasi dividen saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Peluang emas untuk memperoleh keuntungan dari pembagian dividen dalam jumlah besar kini datang dari emiten pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Meskipun nilai per lembar sahamnya saat ini berada di level Rp 705, tingkat keuntungan yang ditawarkan melalui dividen ini sangat menggiurkan bagi para pemegang saham.

Emiten berkode saham BFIN tersebut dipastikan mengucurkan total dividen tunai mencapai Rp1,03 triliun yang diambil dari kinerja pembukuan tahun buku 2025.

Alokasi dana tersebut merepresentasikan porsi sebesar 65,5 persen dari keseluruhan perolehan keuntungan bersih sepanjang 2025 yang menembus angka Rp1,58 triliun.

Setiap pemegang satu lembar saham akan mendapatkan total jatah dividen senilai Rp70 untuk tahun buku tersebut.

Namun para pelaku pasar modal wajib memperhatikan bahwa separuh dari nominal tersebut, yaitu sebesar Rp35 per saham, sudah disalurkan sebagai dividen interim pada Desember 2025.

Oleh karena itu, sisa keuntungan bersih yang bakal didistribusikan pada periode kali ini adalah dividen final sebesar Rp35 untuk setiap lembar saham.

Bila dihitung berdasarkan satuan lot, para penanam modal berkesempatan mengantongi dana segar senilai Rp 3.500 untuk tiap lot saham yang dimiliki.

Pada penutupan perdagangan menjelang masa libur panjang pada 26 Mei 2026, pergerakan instrumen investasi ini mengalami koreksi 2,08 persen atau merosot sebesar 15 poin ke harga Rp 705.

Dengan mengacu pada level harga penutupan tersebut, maka rasio keuntungan dividen atau yield dari instrumen ini tercatat menyentuh 4,96 persen.

Capaian yield tersebut menempatkan emiten ini sebagai salah satu opsi investasi dengan tingkat imbal hasil dividen yang sangat kompetitif di lantai Bursa Efek Indonesia.

Bahkan tingkat yield yang disajikan tersebut tercatat mampu melampaui hingga dua kali lipat dari rata-rata bunga simpanan berjangka mata uang rupiah di bank umum.

Kepastian mengenai aksi korporasi pengucuran keuntungan ini telah mengantongi restu resmi melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 20 Mei 2026.

Berikut susunan tanggal penting terkait proses pendistribusian keuntungan berkode saham BFIN untuk menjadi panduan bagi para pemegang modal:

Cum dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi: 2 Juni 2026

Ex dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi: 3 Juni 2026

Cum dividen untuk transaksi di pasar tunai: 4 Juni 2026

Ex dividen untuk transaksi di pasar tunai: 5 Juni 2026

Tanggal pencatatan atau Recording date DPS: 4 Juni 2026 tepat jam 16.00 WIB

Waktu pelaksanaan transfer dana dividen: 18 Juni 2026

Bagi masyarakat umum yang tertarik memburu imbal hasil ini diwajibkan menyelesaikan transaksi pembelian sebelum masa ex dividen berakhir agar identitasnya masuk dalam daftar resmi penerima.

Langkah pembagian dana keuntungan dalam skala besar ini ditopang penuh oleh capaian operasional serta kesehatan finansial perusahaan yang sangat prima sepanjang tahun lalu.

Berikut adalah ikhtisar menyeluruh mengenai kondisi pos finansial dan perolehan keuntungan yang dicatatkan oleh entitas pembiayaan tersebut:

Perolehan keuntungan bersih tahun 2025: Rp1,58 triliun

Akumulasi pagu dana dividen: Rp1,03 triliun

Cadangan modal dari laba ditahan baru: Rp550 miliar

Akumulasi saldo simpanan laba ditahan: Rp9,84 triliun

Jumlah keseluruhan modal bersih atau ekuitas: Rp10,65 triliun

Porsi sisa laba bersih yang setara dengan 34,5 persen atau Rp550 miliar sengaja dialokasikan sebagai pos laba ditahan guna membiayai kelancaran operasional serta ekspansi usaha ke depan.

Rasio yield dividen yang berada pada kisaran tinggi tersebut diyakini menjadi magnet utama yang menarik perhatian publik di tengah kondisi pasar modal yang sedang bergerak dinamis.

Bukan cuma sekadar memburu imbal hasil instan, para pelaku pasar juga terus memantau efisiensi operasional serta ketahanan kualitas aset pembiayaan perusahaan di kala situasi ekonomi penuh dinamika.

Mengingat batas akhir masa pembelian saham yang kian mendekat, pergerakan instrumen investasi ini diproyeksikan bakal menjadi fokus perhatian utama bagi para pemburu keuntungan dividen.

Terkini