Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.724 per Dolar AS pada Senin Pagi Ini

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44:27 WIB
Ilustrasi nilai tukar, Sumber: (NET).

JAKARTA - Pergerakan mata uang rupiah di pasar luar negeri bergerak dalam rentang terbatas pada awal pekan setelah sempat tertekan pada penutupan pekan lalu.

Pada Senin pagi pukul 08:03 WIB, nilai tukar mata uang domestik di pasar offshore merangkak naik sebesar 0,11 persen ke posisi Rp17.724 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp17.743 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia terkoreksi tipis 0,23 persen tetapi masih bertahan di level 99, diikuti penurunan harga minyak mentah Brent ke angka US$98,66 per barel pada pukul 07:11 WIB.

Melemahnya harga minyak dunia dipicu oleh perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dikabarkan mulai mendekati kesepakatan akhir.

Kedua belah pihak kini sedang menyusun redaksi kalimat yang tepat untuk beberapa poin penting, sehingga membutuhkan waktu beberapa hari lagi guna mencapai kesepakatan final.

Otoritas Amerika Serikat menyebutkan belum ada dokumen resmi yang ditandatangani, akan tetapi media setempat di Iran mengabarkan rancangan kesepakatan tersebut masih berisiko batal karena kendala pada pasal pencairan aset Teheran.

Situasi global ini memberi dampak positif bagi mata uang di Asia, sehingga dolar Singapura, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan offshore, serta dolar Hong Kong kompak menguat.

Meski mata uang regional menguat, laju rupiah hari ini masih dibayangi sentimen dari dalam negeri terkait persoalan fiskal serta rilis data neraca pembayaran Indonesia.

Kondisi stabilitas eksternal dalam negeri saat ini terlihat lebih mengandalkan transaksi modal dan finansial, lantaran penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment melambat menjadi US$2 miliar dari kuartal sebelumnya sebesar US$3,2 miliar.

Secara teknikal, rupiah masih mempunyai kesempatan untuk menguat secara terbatas berkat dorongan tren positif mata uang regional, terutama yuan China.

Mata uang domestik berpotensi menuju level resistance terdekat pada posisi:

Rp17.650/US$

Target resistance selanjutnya berada di kisaran:

Rp17.600/US$

Level Rp17.500/US$ menjadi titik acuan paling optimistis bagi pergerakan mata uang dalam jangka waktu satu minggu ke depan.

Jika nilai tukar malah berbalik menembus level support terkuatnya di Rp17.720/US$, maka pergerakan akan mengonfirmasi support berikutnya di level:

Rp17.770/US$

Adapun support psikologis berada pada posisi:

Rp17.800/US$

Terkini