IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Ini

Senin, 18 Mei 2026 | 14:39:58 WIB
Ilustrasi IHSG, Sumber: (NET).

JAKARTA - Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal kembali menghadapi tekanan pada sesi perdagangan hari ini, Senin, 18 Mei 2026.

Meski demikian, para investor masih memiliki kesempatan untuk meraih keuntungan di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami kontraksi tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berisiko meneruskan tren penurunan pada aktivitas transaksi Senin, 18 Mei 2026.

Arah negatif ini terjadi seiring dengan belum meredanya gejolak sentimen dari ranah global maupun dalam negeri.

Ketika perdagangan ditutup pada Rabu, 13 Mei 2026, IHSG tercatat merosot sebesar 1,98 persen menuju ke posisi 6.723,32.

Penurunan tersebut disebabkan oleh perpaduan sentimen luar negeri serta aksi pelepasan saham oleh investor asing yang masih membayangi pasar domestik.

Sepanjang aktivitas perdagangan 30 hari ke belakang, akumulasi pergerakan IHSG sudah merosot sebanyak 910,68 poin atau setara dengan 11,93 persen.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan pandangan bahwa pergerakan IHSG sekarang ini memang masih berada dalam posisi tertekan.

Situasi ini dinilai cukup rentan untuk membuat tren pelemahan berlanjut dalam waktu dekat.

“IHSG kami perkirakan masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support di 6.682 dan resistance di 6.789,” Jumat, 15 Mei 2026.

Menurut Herditya, ada beberapa sentimen yang menjadi beban bagi laju pergerakan di pasar modal saat ini.

Beberapa di antaranya adalah eskalasi konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, serta tekanan jual dan potensi keluarnya dana asing akibat penataan ulang indeks MSCI.

Kondisi tersebut diperparah oleh pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang penurunannya masih fluktuatif.

Saras, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebutkan bahwa penyusutan IHSG juga ikut terimbas oleh hasil evaluasi kuartalan indeks MSCI.

“IHSG kembali melemah akibat pengumuman review kuartalan indeks MSCI, di mana sejumlah saham dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index,” jelas Alrich.

Walaupun begitu, Alrich melihat bahwa tekanan perpindahan dana asing keluar tidak akan sebesar dari apa yang ditakutkan oleh para pelaku pasar sebelumnya.

Di samping itu, posisi Indonesia yang mampu bertahan sebagai negara berkembang turut mempertahankan rasa percaya diri para pelaku pasar.

“Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal, dan sebagian arus dana keluar sebelumnya sudah mengantisipasi langkah MSCI tersebut,” tambahnya.

Melihat dari indikator teknikal, pergerakan di pasar saham juga masih memperlihatkan adanya tanda-tanda tekanan susulan.

Kondisi histogram negatif pada MACD terpantau masih terus melebar, yang dibarengi dengan pergerakan stochastic RSI menuju ke area jenuh jual.

Berkaca pada situasi tersebut, IHSG diproyeksikan memiliki potensi untuk menguji rentang area support pada level 6.700 sampai 6.650 di awal pekan.

Terkait dengan pilihan saham, Herditya merekomendasikan agar para pelaku pasar memperhatikan beberapa saham yang dinilai potensial.

Pilihan tersebut meliputi saham DEWA pada batas harga Rp540-Rp595, INDY di level Rp3.160-Rp3.440, serta WIFI di area Rp2.460-Rp2.710.

Para investor diharapkan untuk terus memantau dinamika sentimen global, pergerakan mata uang rupiah, serta peredaran modal asing yang dapat memicu volatilitas IHSG dalam jangka pendek.

Terkini