Pemkot Solo Kebut Solusi Operasional BST Menjelang 2027

Senin, 18 Mei 2026 | 14:39:58 WIB
Respati Ardi, Wali Kota Surakarta.

SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menyusun rencana pembiayaan mandiri untuk menutup biaya operasional armada Batik Solo Trans (BST). Langkah ini disiapkan setelah adanya kepastian bahwa transportasi publik tersebut tidak akan lagi disokong dana APBN mulai tahun 2027.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, membenarkan kabar mengenai potensi penghentian bantuan skema Buy The Service (BTS) dari pusat. Meski begitu, ia mengimbau warga agar tidak panik dan memastikan layanan transportasi massal ini tetap beroperasi secara maksimal.

“Iya, terkait hal tersebut (penghentian subsidi pusat) sedang kami carikan solusinya, tenang saja,” ujar Respati saat ditemui di sela kegiatannya, Minggu (17/5/2026).

Saat ditanya mengenai bentuk solusi nyata yang sedang disiapkan, Respati masih enggan membeberkannya. Rencana pembagian beban anggaran dengan wilayah sekitar Solo Raya sempat muncul, namun belum menemui titik terang hingga tahun anggaran 2026 berjalan.

“Bismillah saja. Pokoknya kami komitmen untuk carikan jalan keluar terbaik,” imbuh Wali Kota saat ditanya tentang rencana melobi kembali kementerian terkait.

Untuk diketahui, total biaya operasional BST beserta feeder pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp31 miliar. Dana tersebut didapatkan dari kolaborasi dua pihak, yakni APBD Kota Solo sebesar Rp23 miliar dan sokongan APBN senilai Rp8 miliar.

Jumlah anggaran Rp31 miliar ini sebenarnya sudah merosot tajam jika dibandingkan dengan masa operasional awal beberapa tahun yang lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Taufiq Muhammad, menyebut penyesuaian rute dan jadwal terpaksa dilakukan untuk menghemat sisa dana yang ada saat ini.

“Jika menggunakan standar pelayanan penuh seperti periode 2021-2024, kebutuhan idealnya bisa mencapai Rp60 miliar per tahun. Sekarang dengan total Rp31 miliar, kami sudah melakukan banyak efisiensi disesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ungkap Taufiq.

Dishub Solo kini berfokus mematangkan sumber pendanaan baru sebelum tahun 2027 tiba. Ada beberapa langkah yang saat ini mulai dijajaki oleh pihak terkait.

Langkah pertama adalah mendongkrak pendapatan dari iklan komersial di sarana transportasi, seperti di halte serta bagian bodi bus maupun feeder.

Langkah kedua yakni membuka opsi diskusi anggaran bersama kabupaten di Solo Raya yang dilewati rute BST.

“Untuk tahun depan kami masih belum tahu apakah ada sisa bantuan dari APBN atau benar-benar nol. Makanya, opsi-opsi pembiayaan mandiri ini harus matang dari sekarang untuk menutup biaya operasional,” pungkas Taufiq.

Terkini