Rupiah Nyaris Tembus Rp17.700 per Dolar AS dan Jadi Terlemah Sejarah

Senin, 18 Mei 2026 | 14:25:17 WIB
Ilustrasi nilai tukar.(sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah bergerak semakin mendekati angka Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Senin siang. Posisi tersebut tercatat menjadi rekor paling lemah yang pernah dialami mata uang Garuda sepanjang sejarah.

Berdasarkan data dari situs Bloomberg, nilai mata uang domestik ini berada pada posisi Rp17.676 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 80 poin atau setara dengan nol koma 45 persen dari penutupan perdagangan yang lalu.

Kemerosotan ini memperparah kondisi mata uang tanah air sejak awal hari. Pada pembukaan transaksi pagi, nilai rupiah langsung terkoreksi ke posisi Rp17.630 per dolar AS, mengalami penurunan sebanyak 33 poin dari perdagangan sebelumnya.

Kondisi tersebut bahkan melampaui catatan buruk jatuhnya nilai mata uang domestik saat masa krisis finansial tahun 1998 silam, yang mana pada waktu itu angka rupiah sempat menyentuh kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Pengamat pasar keuangan dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa mata uang domestik masih memiliki ruang untuk terus terdepresiasi yang diakibatkan oleh pengaruh sentimen risk off global.

Dia menjelaskan, mata uang dolar AS mengalami penguatan yang masif karena terjadi aksi lepas aset global secara besar-besaran setelah para pelaku pasar merasa kurang puas dengan hasil dialog antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan itu dinilai belum membuahkan jalan keluar konkret untuk konflik AS-Iran.

"Dolar AS menguat cukup besar di tengah aksi jual berbagai aset termasuk obligasi, saham, kripto, dan mata uang akibat kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump yang dinilai belum banyak membahas atau memberikan solusi terkait perang AS-Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Menurut pandangannya, situasi global tersebut pada akhirnya ikut memicu lonjakan harga komoditas minyak mentah dunia serta memberikan tekanan berat pada mata uang di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Padahal, dalam proyeksi yang dibuat olehnya sebelum ini, nilai mata uang rupiah diperkirakan hanya akan berfluktuasi pada kisaran rentang antara Rp17.550 sampai dengan Rp17.650 per dolar AS.

Terkini