JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan rawan terkoreksi pada pembukaan perdagangan di awal pekan ini.
Indikator saham domestik ini berpotensi bergerak melemah menuju kisaran level 6.644 hingga 6.711.
Pada penutupan sebelumnya, pasar saham domestik merosot 1,98 persen ke posisi 6.723 karena maraknya tekanan jual investor.
Dalam akumulasi sepekan terakhir, kinerja IHSG tercatat anjlok 3,53 persen disertai dengan penurunan volume perdagangan yang signifikan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memaparkan bahwa tren pergerakan IHSG saat ini diidentifikasi sebagai bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2).
“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.711, waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.758-6.777,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa titik support IHSG akan berada pada level 6.682, 6.585 serta area resistance di level 6.917-7.069.
Berdasarkan prediksi Herditya, fluktuasi indeks selama satu minggu mendatang masih dihantui oleh risiko penurunan dengan batas support 6.510 dan resistance 6.917.
Terdapat sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri yang akan mewarnai pasar modal, termasuk agenda pertemuan rutin Bank Indonesia.
Mengenai stimulus pasar, tim analisnya melihat bahwa para pelaku pasar kini sedang memantau secara intensif perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, aksi jual masif dan hengkangnya modal asing dari pasar domestik didorong oleh momentum rebalancing bobot indeks MSCI.
Herditya menyebutkan bahwa pengumuman BI rate diproyeksikan bakal bertahan stabil pada level 4,75 persen.
“Investor masih akan mencermati akan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata dia.
Pada kesempatan terpisah, tim riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan bahwa laju IHSG hanya akan mengalami penurunan secara terbatas.
Pergerakan instrumen investasi ini diperkirakan bergerak dalam koridor batas support 6.540 serta batas resistance 6.830.