Polri Minta Pemudik Gunakan Hotline 110 Saat Butuh Bantuan Keamanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 18:54:01 WIB
Polri Minta Pemudik Gunakan Hotline 110 Saat Butuh Bantuan Keamanan

JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, berbagai persiapan dilakukan oleh aparat keamanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. 

Lonjakan mobilitas masyarakat setiap tahun menjadikan pengamanan arus mudik sebagai salah satu fokus utama pemerintah dan aparat penegak hukum. Dalam situasi tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan bantuan yang telah disediakan apabila menghadapi kendala selama perjalanan.

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan terkait keamanan selama perjalanan mudik. 

Layanan tersebut disediakan sebagai saluran komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian agar setiap laporan atau permintaan bantuan dapat segera ditangani.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa layanan hotline 110 dapat digunakan masyarakat secara gratis dan akan direspons oleh petugas kepolisian dengan cepat.

"Kita senantiasa berdoa semuanya aman selamat. Namun, seandainya membutuhkan bantuan, silakan ditelepon 110. Ini layanan gratis dan Polri kemudian akan merespons secara cepat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Layanan ini diharapkan dapat membantu pemudik yang menghadapi berbagai situasi darurat atau membutuhkan informasi terkait keamanan selama berada di perjalanan.

Imbauan Pemeriksaan Kendaraan Sebelum Mudik

Selain menyediakan layanan hotline bagi masyarakat, Polri juga mengingatkan para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan kendaraan dinilai penting guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat disebabkan oleh kerusakan teknis.

Johnny Eddizon Isir mengimbau masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melakukan pengecekan terhadap sejumlah komponen penting kendaraan sebelum memulai perjalanan mudik.

"Tolong dicek remnya, tolong dicek bannya, tolong dicek lampunya," imbuhnya.

Menurutnya, kondisi kendaraan yang prima akan membantu mengurangi potensi gangguan selama perjalanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengendara. Pemeriksaan terhadap rem, ban, serta lampu kendaraan merupakan langkah dasar yang perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Dengan memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pemudik diharapkan dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Pentingnya Beristirahat Saat Perjalanan Jauh

Polri juga mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika merasa lelah. Perjalanan mudik yang menempuh jarak jauh sering kali menyebabkan kelelahan, terutama bagi pengemudi kendaraan pribadi.

Johnny menjelaskan bahwa kelelahan dapat meningkatkan risiko terjadinya microsleep, yaitu kondisi ketika seseorang tertidur sejenak tanpa disadari. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat terjadi saat kendaraan sedang melaju di jalan.

"Kami mengimbau istirahat sebentar 5-10 menit, kemudian lanjutkan lagi. Ada bahaya terkait dengan ketika letih dan kemudian kita tertidur sejenak atau microsleep, bisa fatal kejadiannya," ucapnya.

Oleh karena itu, pemudik disarankan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas tempat istirahat yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Beristirahat sejenak dapat membantu memulihkan konsentrasi pengemudi sehingga perjalanan dapat dilanjutkan dengan kondisi yang lebih aman.

Fasilitas Penitipan Kendaraan di Kantor Polisi

Selain memberikan imbauan terkait keselamatan perjalanan, Polri juga menawarkan fasilitas penitipan kendaraan bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah untuk mudik. Layanan ini disediakan bagi warga yang ingin memastikan kendaraan mereka tetap aman selama ditinggal dalam waktu tertentu.

Johnny mengatakan masyarakat dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat apabila merasa khawatir meninggalkan kendaraan di rumah saat mudik.

"Kita akan memastikan keamanan kendaraan-kendaraan dari saudara-saudari kita yang akan mudik yang dititipkan di berbagai fasilitas kantor polisi," katanya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang tanpa harus khawatir mengenai keamanan kendaraan yang ditinggalkan.

Pengamanan Mudik Melalui Operasi Ketupat 2026

Untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, Polri bersama berbagai pemangku kepentingan akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Operasi tersebut merupakan kegiatan pengamanan terpadu yang dilakukan setiap tahun menjelang perayaan Idul Fitri.

Operasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan mudik berjalan dengan aman, nyaman, serta tertib. Berbagai langkah pengamanan akan dilakukan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Johnny menjelaskan bahwa selama masa mudik, Polri akan menyiagakan ribuan posko yang tersebar di berbagai wilayah.

"Total ada 2.756 posko yang terdiri atas pos terpadu, pos pelayanan, serta pos pengamanan," ujarnya.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan. Pos-pos ini juga berfungsi sebagai pusat koordinasi bagi petugas keamanan di lapangan.

Pengamanan di Berbagai Lokasi Strategis

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri juga menyiapkan pengamanan terhadap berbagai objek yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.

Johnny menyebutkan bahwa terdapat ratusan ribu objek yang menjadi fokus pengamanan aparat kepolisian selama periode tersebut.

"Total ada 185.544 objek pengamanan, terdiri dari rumah ibadah (masjid), kemudian lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, titik-titik migrasi orang, pelabuhan, terminal, stasiun, bandara ucapnya."

Pengamanan terhadap lokasi-lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah maupun perjalanan dengan aman.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Secara Situasional

Selain menyiapkan posko pengamanan dan layanan hotline, Polri juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan secara situasional sesuai dengan kondisi di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur-jalur utama mudik.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. 

Dukungan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta memanfaatkan layanan yang disediakan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan mudik yang tertib dan lancar.

Terkini