Pertumbuhan Angkutan Non-Batu Bara Dorong KAI Logistik Raih Target 2026

Rabu, 04 Maret 2026 | 12:35:57 WIB
Pertumbuhan Angkutan Non-Batu Bara Dorong KAI Logistik Raih Target 2026

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menyiapkan strategi ambisius untuk menargetkan pendapatan Rp 2,47 triliun sepanjang 2026. 

Target ini menunjukkan kenaikan 119% dari realisasi 2025 yang mencapai Rp 1,1 triliun. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyebut angka ini bukan sekadar target finansial, tetapi juga representasi kesiapan perusahaan menghadapi dinamika logistik nasional secara berkelanjutan. 

“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis secara berkelanjutan. Target ditetapkan mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Yuskal.

Fokus pada Angkutan Non-Batu Bara

Segmen angkutan non-batu bara menjadi prioritas utama KAI Logistik. Pada tahun 2026, volume angkutan ritel ditargetkan mencapai 165 ribu ton atau naik 152% dibandingkan capaian 2025. 

Lonjakan signifikan terjadi pada angkutan multikomoditas, termasuk peti kemas, semen, dan komoditas non-batu bara, dengan target lebih dari 9 juta ton atau meningkat lebih dari 200% dari realisasi sebelumnya.

Menurut Yuskal, pertumbuhan ini didorong pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di wilayah Jawa yang sebelumnya dikelola sebagian oleh induk usaha.

“Pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di Jawa memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi KAI Logistik, sekaligus memperkuat fokus kami pada pengembangan angkutan multikomoditas,” jelas Yuskal. 

Hal ini sekaligus membuka peluang bagi diversifikasi layanan dan peningkatan efisiensi rantai pasok di berbagai sektor industri.

Angkutan Batu Bara Tetap Dikelola

Meski fokus utama pada segmen non-batu bara, KAI Logistik tetap menjaga kinerja angkutan batu bara sebagai komoditas utama. Target volume untuk 2026 ditetapkan sebesar 23 juta ton, meningkat 19% dibandingkan 2025. Strategi ini bertujuan menjaga kesinambungan pendapatan sekaligus mendukung diversifikasi bisnis.

Selain itu, perusahaan menetapkan sejumlah inisiatif strategis untuk pengembangan layanan, termasuk penetrasi ke segmen e-commerce dan multikomoditas lain. Infrastruktur juga menjadi perhatian utama, antara lain rencana pengembangan Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. 

Yuskal menekankan, “Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan dan infrastruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.”

Tren Angkutan Meningkat Jelang Lebaran

Sejak awal tahun 2026, tren peningkatan angkutan barang terlihat jelas, terutama menjelang momentum Lebaran. VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, mencatat volume angkutan mencapai 222 ribu ton, tumbuh signifikan sebesar 44% dibanding periode sama tahun 2025 sebesar 154 ribu ton. 

Peningkatan ini diprediksi akan berlanjut hingga Maret 2026, selaras dengan momen hari besar keagamaan nasional yang memengaruhi produksi dan distribusi barang.

“Peningkatan volume ini salah satunya didorong oleh arus distribusi menjelang momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Peningkatan diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026,” jelas Dwi.

Kebijakan zero Over Dimension and Over Load (ODOL) yang akan diterapkan 2027 juga mendorong penggunaan kereta api sebagai moda alternatif yang aman dan efisien, terutama KA Kontainer.

Strategi Diversifikasi dan Infrastruktur

KAI Logistik menekankan pentingnya diversifikasi bisnis dan penguatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan. Pengembangan layanan e-commerce dan multikomoditas lain diupayakan agar mampu menghadapi fluktuasi permintaan dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Perusahaan juga fokus pada modernisasi Terminal Ronggowarsito dan penjajakan Kawasan Industri Batang untuk memperluas jaringan distribusi.

“Kami memastikan layanan tidak hanya meningkat secara volume, tetapi juga kualitas, kecepatan, dan integritas rantai pasok. Hal ini penting agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan,” kata Yuskal. 

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak seperti Pelabuhan, industri manufaktur, serta pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dan distribusi.

Optimalkan Ekosistem Layanan

Penguatan ekosistem layanan menjadi fokus utama KAI Logistik. Perusahaan mengandalkan penjadwalan yang tepat, integrasi digital, dan koordinasi dengan pihak ketiga untuk menjaga kelancaran distribusi. 

Penekanan diberikan pada efektivitas, kecepatan pengiriman, dan keselamatan angkutan barang. VP Corporate Secretary Dwi Wulandari menambahkan, strategi ini tidak hanya meningkatkan volume, tetapi juga efisiensi biaya dan kecepatan pengiriman, memberikan nilai tambah bagi industri dan pelanggan.

Dengan pendekatan ini, KAI Logistik menargetkan pertumbuhan pendapatan Rp 2,47 triliun sepanjang 2026. Fokus pada segmen non-batu bara, peningkatan layanan multikomoditas, dan pengembangan infrastruktur dipastikan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. 

Perusahaan juga mengantisipasi momen strategis Lebaran 2026, memastikan semua kapasitas layanan siap menghadapi lonjakan permintaan logistik nasional.

Terkini