Kemendagri Minta Pemda Jaga Ketersediaan Komoditas Hingga Lebaran 2026

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:32:34 WIB
Kemendagri Minta Pemda Jaga Ketersediaan Komoditas Hingga Lebaran 2026

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan pentingnya pengawasan pasokan komoditas hingga Idulfitri. 

Ia meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk tetap waspada dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar terjaga. “Kita pertahankan sampai dengan hari raya Idulfitri,” ujarnya.

Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang juga membahas Evaluasi Program Tiga Juta Rumah dan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Kantor Kemendagri. 

Menurut Tomsi, pengawasan pasokan sangat penting untuk memastikan harga tetap stabil selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Lebaran, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tiba-tiba.

Dengan antisipasi yang tepat, Pemda diharapkan mampu menjaga stabilitas harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging. Langkah ini juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah menekan inflasi komponen harga pangan yang bergejolak.

Strategi Pemda Mengendalikan Harga Pangan

Tomsi menilai sebagian besar pemerintah daerah berhasil mengendalikan inflasi komponen harga pangan menjelang Ramadhan 2026. 

Ia meminta kepala daerah proaktif merespons anomali kenaikan harga komoditas dengan turun langsung ke pasar. Pemda bisa mencontoh strategi daerah tetangga untuk menghindari perbedaan capaian inflasi yang terlalu ekstrem antarwilayah.

Menurutnya, pengawasan harga tidak cukup dilakukan secara administratif saja. Kepala daerah diminta melihat kondisi di lapangan, berinteraksi dengan distributor dan pedagang, serta segera menindak lonjakan harga yang tidak wajar. 

Strategi ini dianggap efektif untuk memastikan harga tetap terkendali, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Selain itu, Tomsi menekankan pentingnya koordinasi antar-instansi. Dengan bekerja sama antara Pemda, kementerian, dan aparat penegak hukum, pengawasan harga bisa lebih efektif. Hal ini juga mencegah terjadinya praktik monopoli atau manipulasi harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tindakan Tegas Terhadap Oknum Distributor

Dalam rapat tersebut, Tomsi memberikan peringatan keras kepada oknum distributor yang mempermainkan harga bahan pokok. 

Ia meminta Pemda dan aparat penegak hukum bertindak tegas, termasuk mencabut izin usaha pihak yang terbukti melakukan kejahatan ekonomi. “Jangan ragu-ragu. Ya, sudah saatnya kita bertindak tegas,” tegasnya.

Peringatan ini penting untuk menjaga pasar tetap sehat. Distribusi komoditas pokok harus transparan dan adil agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dengan harga wajar. Tomsi menegaskan, praktik menaikkan harga secara tidak wajar tidak bisa ditoleransi, terutama di bulan Ramadhan ketika masyarakat membutuhkan stabilitas ekonomi.

Tindakan tegas terhadap distributor nakal juga akan memberikan efek jera bagi pelaku lain. Dengan begitu, harga bahan pokok bisa tetap terkendali, masyarakat tidak dirugikan, dan inflasi bisa ditekan.

Apresiasi Terhadap Pemda dan Kementerian

Tomsi juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pemda dan kementerian/lembaga. Ia menilai mayoritas harga komoditas utama masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Kondisi ini membuat harga pangan pada Ramadhan 2026 lebih terjangkau dibandingkan tahun 2025.

“Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang sudah berusaha sekeras-kerasnya,” tuturnya. Apresiasi ini mencerminkan keberhasilan koordinasi lintas instansi dan efektivitas langkah-langkah pengendalian harga yang telah dilakukan.

Tomsi menambahkan, monitoring harga harus berkelanjutan hingga Lebaran agar masyarakat tetap memperoleh komoditas pokok dengan harga wajar. Keberhasilan pengendalian harga juga menjadi indikator kinerja Pemda dalam menghadapi tantangan inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

Pentingnya Koordinasi dan Pengawasan Berkelanjutan

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 menegaskan bahwa pengendalian harga bukan tugas tunggal pemerintah pusat. Semua jajaran Pemda memiliki peran penting dalam menjaga pasokan komoditas. 

Langkah-langkah proaktif, pengawasan di pasar, koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta penindakan terhadap distributor nakal menjadi kunci keberhasilan.

Selain itu, Pemda diminta menyiapkan skema cadangan atau stok komoditas untuk antisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Langkah ini penting agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, harga tetap stabil, dan inflasi terkendali.

Pengawasan berkelanjutan hingga Idulfitri memastikan masyarakat memperoleh komoditas dengan harga wajar. Dengan sinergi antara pusat dan daerah, pemerintah dapat menciptakan stabilitas ekonomi, melindungi konsumen, serta memastikan Ramadhan dan Lebaran 2026 berjalan lancar.

Terkini