BREN dan SLB Percepat Kolaborasi Panas Bumi Hingga Luar Negeri

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:27:14 WIB
BREN dan SLB Percepat Kolaborasi Panas Bumi Hingga Luar Negeri

JAKARTA - PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) semakin memperkuat posisinya di sektor energi terbarukan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi energi global SLB (NYSE: SLB). 

Kerja sama ini menekankan percepatan pengembangan proyek panas bumi, termasuk proyek utama Sekincau di Lampung, Indonesia.

Kolaborasi kedua pihak tidak hanya terbatas pada pengelolaan lapangan panas bumi, tetapi juga mencakup layanan pengeboran terintegrasi, pengembangan teknologi subsurface, serta perencanaan dan desain lapangan secara menyeluruh. 

Dengan pendekatan ini, BREN menegaskan komitmen untuk menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan energi geothermal, sekaligus menyiapkan langkah ekspansi ke proyek panas bumi internasional.

Fokus Proyek Sekincau dan Teknologi Inovatif

Proyek Sekincau di Lampung menjadi pusat perhatian dari kerja sama ini. Star Energy Geothermal, anak perusahaan BREN, memiliki kapasitas operasional 886 MW, yang menempatkannya sebagai salah satu operator panas bumi terkemuka di Indonesia.

Sebelumnya, SLB telah bekerja sama dengan Star Energy dalam optimalisasi penempatan sumur dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi pengeboran. Implementasi teknologi ini memungkinkan penghematan biaya dan waktu serta mitigasi risiko teknis yang umum terjadi pada proyek panas bumi, sehingga setiap sumur dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hendra Soetjipto Tan, Presiden Direktur BREN sekaligus CEO Star Energy Geothermal, menyampaikan, “Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global dan kami melihat peran kami sebagai upaya mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata.” Pernyataan ini menegaskan ambisi perusahaan untuk tidak hanya fokus domestik, tetapi juga menembus pasar internasional.

Ekspansi dan Evaluasi Proyek Luar Negeri

Kerja sama BREN-SLB membuka peluang bagi evaluasi proyek panas bumi di luar Indonesia, termasuk di Amerika Utara. 

Menurut Nurzhan Ongaltayev, Managing Director Indonesia SLB, kemitraan ini menghadirkan kombinasi unik antara keahlian konsultasi subsurface SLB dan pengalaman eksekusi global Star Energy, yang diyakini dapat mendukung pengembangan proyek panas bumi di berbagai negara.

Langkah ini menandai fase baru dalam kolaborasi kedua perusahaan, yang kini memasuki tahap implementasi proyek secara menyeluruh. 

Dengan dukungan teknologi SLB dan kapabilitas operasional Star Energy, proyek panas bumi masa depan dapat menghadapi tantangan teknis dan ekonomi yang kompleks, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan global.

Dampak Teknologi dan Optimalisasi Operasional

Kolaborasi ini tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga berorientasi pada efisiensi operasional. Penerapan AI untuk penempatan sumur dan pengolahan data bawah permukaan membantu Star Energy meminimalkan risiko kegagalan teknis.

Selain itu, SLB juga menyediakan teknologi untuk karakterisasi subsurface, pengeboran, dan produksi. Dengan teknologi ini, proyek dapat berjalan lebih cepat, biaya pengembangan dapat ditekan, dan kapasitas produksi dioptimalkan. Inovasi ini memberikan nilai tambah signifikan bagi investor serta memperkuat daya saing BREN di pasar geothermal global.

Dengan total kapasitas 886 MW, Star Energy telah membuktikan kemampuannya mengelola sumber daya panas bumi secara efisien.

 Teknologi terbaru yang diadopsi melalui kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi hingga puluhan persen dibanding metode konvensional, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan eksplorasi dan produksi.

Strategi Masa Depan dan Prospek Energi Terbarukan

Kolaborasi BREN-SLB menjadi model kemitraan yang menggabungkan pengalaman lokal dan teknologi global. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi panas bumi di Indonesia, tetapi juga menyiapkan ekspansi internasional.

Hendra Soetjipto Tan menekankan bahwa potensi Indonesia dalam energi panas bumi sangat besar dan dapat menjadi acuan pengembangan global. Dengan dukungan SLB, perusahaan mampu mengimplementasikan teknologi canggih, mengurangi risiko teknis, dan meningkatkan nilai ekonomi dari setiap proyek panas bumi.

Langkah ini juga selaras dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung target pengurangan emisi karbon. 

Kolaborasi ini diharapkan menjadi blueprint bagi operator panas bumi lain, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai pemain utama di kancah energi global.

Terkini