Alasan Utama Menteri Bahlil Memilih Impor Minyak Mentah dari Rusia!!

Alasan Utama Menteri Bahlil Memilih Impor Minyak Mentah dari Rusia!!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan pertimbangan pemerintah memilih untuk mengimpor pasokan minyak mentah (crude oil) asal Rusia.

Faktor efisiensi biaya dan jaminan pasokan menjadi pertimbangan pokoknya.

Bahlil memahami krusialnya mempertahankan ketahanan energi domestik di tengah kencangnya gejolak geopolitik dunia.

Pemerintah pernah mengkaji pasokan dari wilayah Afrika seperti Angola, tetapi harganya dianggap masih lumayan tinggi.

"Kita mencari formulasi, kemudian mengalihkan impor crude kita dari Timur Tengah ke beberapa negara lain, di Afrika, Angola, di mana-mana kita cari. Pilihan pasokan sudah ada, tetapi yang menjadi masalah adalah harga," ujar Bahlil dalam acara InTechSEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Merespons tingginya nilai minyak internasional, Bahlil segera berkonsultasi dan melaporkan situasi tersebut pada Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh arahan pilihan pengadaan yang paling hemat.

"Saya katakan kepada Bapak Presiden, urusan energi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan yang menjamin kepastian harga bagi masyarakat, sekalipun kondisi global sedang luar biasa," ucapnya.

Berdasarkan penelusuran pasokan itu, pemerintah pada akhirnya mendapatkan sumber minyak mentah berbiaya lebih terjangkau dari Rusia.

"Ujung dari kesimpulannya adalah, Bapak dan Ibu sekalian, sekarang kita mendapat crude dari beberapa negara, termasuk Rusia," kata Bahlil.

Bahlil juga membagikan alur negosiasi pengadaan minyak mentah bersama pihak Rusia.

Ia menekankan Indonesia memiliki hak menjalankan hubungan perdagangan bersama negara manapun demi hajat nasional.

"Waktu saya melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia, ada yang mempertanyakan bagaimana dengan negara-negara adidaya dan lainnya. Saya katakan, Indonesia adalah negara merdeka. Kita menganut mazhab politik bebas aktif dan ekonomi bebas aktif," tegasnya.

Bahlil menegaskan tak boleh ada bangsa asing yang mencampuri urusan kebijakan ekonomi Indonesia.

"Tidak boleh ada satu negara pun yang mengintervensi atau mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling penting bagi kita adalah barangnya ada dan harganya murah. Itu yang utama," sambung Bahlil.

Tindakan impor minyak berbiaya ekonomis ini merupakan bagian dari taktik pemerintah demi menjaga supaya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak melonjak sampai akhir tahun.

Kenaikan harga minyak mentah internasional yang sempat melambung di atas US$ 100 per barel dirasa amat membebani anggaran negara, mengingat hitungan makro ICP pada APBN 2026 dipatok sebesar US$ 70 per barel.

Walau begitu, rerata harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sejak Januari sampai September 2026 masih bertahan pada kisaran US$ 85–90 per barel.

"Sampai dengan sekarang, alhamdulillah kita sudah berkomitmen untuk menahan harga BBM subsidi sampai 31 Desember 2026. Berapa pun harganya di tingkat dunia, tidak akan kita naikkan," tutup Bahlil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index