Dampak Buruk Polusi Udara Menambah Beban Biaya Kesehatan Masyarakat

Dampak Buruk Polusi Udara Menambah Beban Biaya Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi Polusi Jabodetabek (FOTO: NET)

JAKARTA - Efek negatif pencemaran udara tidak sekadar membahayakan fisik warga, namun juga berpeluang menaikkan tanggungan pengeluaran medis.

Warga yang terpapar gangguan medis akibat polusi membutuhkan tindakan medis, baik dalam bentuk rawat jalan maupun perawatan intensif inap.

Akademisi dari sumbernya menjelaskan bahwa kenaikan tingkat emisi berbanding lurus dengan peningkatan risiko beragam gangguan tubuh.

"Setiap peningkatan 15 ?g/m³ udara itu akan berpengaruh terhadap peningkatan pneumonia 20%, peningkatan kasus penyakit jantung iskemik 37%, kasus PPOK 27%, dan ISPA 18%," ujar dari sumbernya di The Westin Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Catatan lembaga jaminan sosial memperlihatkan besarnya biaya penanganan medis bagi gangguan kesehatan yang disebabkan pencemaran udara.

Satu di antaranya, nilai pertanggungan untuk gangguan jantung iskemik di ibu kota menembus kisaran Rp 471 miliar.

Di samping itu, apabila dikalkulasi dari selusin jenis gangguan kesehatan yang diamati, total klaim penjaminan kesehatan di ibu kota pada 2023 menyentuh rentang Rp1,19 triliun.

Menurut dari sumbernya, besaran itu baru mencakup pengeluaran langsung atau pengeluaran riil yang berhubungan dengan tindakan pengobatan.

Dampak Finansial imbas kualitas udara buruk diprediksi jauh lebih melambung apabila ikut memperhitungkan pengeluaran tak langsung yang mesti ditanggung penderita dan sanak saudara.

"Harus diingat, ini tangible cost, dengan kata lain biaya pengobatan saja. Yang menjenguk, yang nganterin, harus nginep, harus beli makan. Keseluruhannya bisa 2 kali lipat, 3 kali lipat dari sini," lanjutnya.

Maka dari itu, pencemaran lingkungan bukan cuma persoalan ekosistem dan kesehatan, melainkan turut menimbulkan konsekuensi finansial.

Tingginya klaim penanganan penyakit akibat polusi memperlihatkan potensi beban ekstra pada sistem penganggaran kesehatan jika isu mutu udara tidak diatasi secara mendalam.

Sebagai informasi, merujuk data penjamin kesehatan kurun 2018-2023, terdata 12 kategori penyakit yang terhubung dengan polusi udara.

Kategori gangguan medis tersebut mencakup gangguan jantung iskemik, penyakit saluran pernapasan bawah kronis, gangguan pleura lainnya, keluhan saluran pernapasan atas, infeksi saluran napas bawah lainnya, kelainan paru akibat paparan luar, flu dan pneumonia, ISPA, gangguan sistem pernapasan lainnya, masalah pernapasan yang dominan menyerang bagian interstitium, kelainan jantung paru dan sirkulasi paru, hingga kondisi supuratif serta nekrotik saluran napas bawah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index