JAKARTA - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjamin pihak regulator mendampingi pencapaian seluruh hak korban beserta keluarga korban insiden terbakar KMP Mutiara Sentosa II, di samping tetap menopang jalannya tindakan pencarian juga evakuasi.
Sampai 3 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi 234 jiwa, meliputi 229 jiwa selamat beserta lima jiwa meninggal dunia.
"Atas nama pemerintah dan Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami mendoakan seluruh korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih,” kata Dudy dalam keterangan, dikutip Selasa (4/8/2026).
Menhub menekankan, keselamatan pengguna jasa merupakan keutamaan paling tinggi.
Kemenhub senantiasa berkoordinasi bersama Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola kapal, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, dan instansi terkait guna menjamin evakuasi, penanganan medis, pendampingan sanak saudara, serta penyerahan hak korban berlangsung lekas dan terintegrasi.
"Kami telah menginstruksikan jajaran Kementerian Perhubungan untuk terus mengawal proses pemenuhan hak-hak korban. Jangan sampai ada korban ataupun keluarga yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan maupun hak-haknya," ujarnya.
Kemenhub turut memastikan pencatatan data korban dikerjakan secara cermat, mendesak pengelola kapal merampungkan segala tanggung jawabnya, serta menunjang penyelidikan independen oleh KNKT sebagai pijakan pembenahan dan penguatan sistem keselamatan transportasi laut nasional.
PT Jasaraharja Putera memastikan semua korban musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 pada wilayah perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperoleh perlindungan asuransi maupun santunan berlandaskan aturan yang berlaku.
Badan usaha ini pun menyiagakan regu khusus guna mempercepat alur penyelesaian klaim bagi korban luka-luka maupun korban tutup usia.
Branch Manager PT Jasaraharja Putera Surabaya Hendra Guna Putra mengatakan, Jasaraharja Putera turut prihatin yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2.
"Kami berkomitmen penuh untuk hadir di tengah masa sulit ini dan memastikan seluruh hak santunan para korban, baik korban luka-luka maupun meninggal dunia, diproses dengan cepat, proaktif, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan perlindungan yang berlaku," jelas dia dikutip dari Sumbernya, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan penuturan Hendra, seluruh penumpang yang tercatat dalam data manifest KMP Mutiara Sentosa 2 dijamin lewat program asuransi kecelakaan angkutan penyeberangan.
Tahapan pendataan korban dan validasi hak santunan terus dijalankan supaya pendistribusian dana bantuan dapat terlaksana lebih cepat.
Guna korban yang meninggal dunia, Jasaraharja Putera menyediakan klaim santunan sebesar Rp 75 juta yang bakal diserahkan kepada penerima ahli waris sah.
Jumlah uang santunan yang setara turut diberikan untuk korban yang mengalami cacat permanen akibat kemalangan tersebut.
Sementara itu, korban yang menderita cedera luka-luka mendapatkan jaminan beban biaya pengobatan pada rumah sakit sampai sebesar Rp 37,5 juta berlandaskan aturan perlindungan yang berlaku.
Bukan cuma menyajikan pertanggungan kepada para penumpang, Jasaraharja Putera juga menjamin sarana kendaraan bermotor yang diangkut dalam KMP Mutiara Sentosa 2.
Nominal pertanggungan diselaraskan menurut klasifikasi golongan kendaraan seperti yang tertera pada polis asuransi.
Bagi korban tutup usia yang tidak mempunyai ahli waris, perusahaan mengalokasikan santunan dana pemakaman senilai Rp 7,5 juta.
Demi mempercepat penyaluran bantuan santunan, perusahaan telah menyiagakan regu penanganan klaim terpadu pada posko darurat.
Regu tersebut bersinergi dengan Syahbandar, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk pengerjaan pencatatan manifest penumpang.
Hendra mengatakan koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan agar proses verifikasi data korban berjalan lebih cepat, sehingga hak para korban maupun ahli waris dapat segera dipenuhi secara transparan dan tepat sasaran.