JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah siap kembali menyuntikkan likuiditas ke perbankan bilamana pemulihan penjualan mobil serta sepeda motor belum sesuai harapan.
Tindakan tersebut diambil guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan sektor keuangan dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
Pada paparannya di ajang GIIAS, Purbaya menyampaikan, pemerintah memantau beragam indikator ekonomi secara bulanan, mulai dari penjualan kendaraan, konsumsi BBM, hingga konsumsi listrik, sebagai pijakan pengambilan kebijakan.
“Kalau data menunjukkan ada kelemahan di perekonomian, saya selalu siap memberi kebijakan,” ujar Purbaya dalam ajang GIIAS, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026).
Dirinya menerangkan, penjualan mobil serta motor sempat merosot pada April-Mei sehingga memicu kecemasan pemerintah terhadap kondisi ekonomi.
Sebagai langkah responsif, pemerintah memperpanjang penempatan dana senilai Rp 200 triliun di perbankan sampai akhir tahun dan menambah lagi Rp 200 triliun dari dana pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia.
Keseluruhan likuiditas yang dikucurkan mencapai Rp400 triliun.
Berdasarkan penuturan Purbaya, tambahan likuiditas tersebut berorientasi menjaga kemampuan perbankan mengucurkan kredit sehingga konsumsi masyarakat beserta aktivitas ekonomi tetap terjaga.
“Kalau masih kurang, hari ini saya tambah lagi sampai jumlahnya cukup di perekonomian,” katanya.
Di samping penjualan kendaraan, Purbaya menganggap indikator lain masih memperlihatkan ketahanan ekonomi.
Penjualan BBM bagi transportasi maupun industri tetap ekspansif, sedangkan konsumsi listrik rumah tangga serta industri relatif stabil disertai peningkatan konsumsi listrik sektor bisnis.
Dirinya optimis tambahan likuiditas bakal mulai terlihat pada pemulihan penjualan kendaraan dalam beberapa waktu mendatang.
Menurut dirinya, kebijakan tersebut pada dasarnya berfungsi layaknya instrumen moneter guna memastikan sistem keuangan tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan bocoran mengenai stimulus ekonomi yang bakal dijalankan pemerintah.
Hal tersebut dilakukan guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Terdapat sejumlah stimulus ekonomi yang tengah disiapkan oleh pemerintah.
Termasuk rencana pemberian gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN).
Terdapat pula insentif bagi 200.000 kendaraan listrik yang disebut bakal mulai bergulir Juni 2026.
"Kita masih pikirin, gaji ketiga belas dan lain-lain," kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Kamis (7/5/2026).
Di sisi lain, dirinya memastikan adanya kemudahan untuk para pelaku usaha.
Umpamanya, akses pembiayaan bagi perusahaan di sektor manufaktur guna menunjang kinerjanya mendatang.
"Tapi utamanya kita pastikan nanti sektor manufaktur dan sektor swasta bisa bergerak lebih cepat dibanding kemarin-kemarin," ujarnya.
Pembiayaan bakal diberikan salah satunya lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada sektor yang berorientasi ekspor.
"Kita akan pastikan mereka dapat financing yang cukup kalau mereka butuh. Tapi kalau prospeknya jelek ya enggak akan kita kasih," tegas dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik yang ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026.
Insentif tersebut rencananya dialokasikan untuk 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik.
Namun, Purbaya menekaskan skema tersebut masih bakal dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kira-kira 100.000 mobil, 100.000 motor. Ini mesti lapor lagi ya. Ini rencana kita terdekat sementara ini. Kan saya harus lapor ke Presiden juga,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Berdasarkan penuturannya, Presiden Prabowo meminta percepatan penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui peralihan penggunaan kendaraan berbasis listrik.
Purbaya memastikan anggaran negara dinilai memadai guna mendukung program tersebut.
Bahkan, pemerintah membuka peluang penambahan kuota apabila alokasi awal habis terserap pasar.
“Sudah kita hitung. Sudah cukup. Kalau itu habis, kita kasih lagi. 100 ribu lagi,” katanya.
Dirinya menuturkan stimulus kendaraan listrik ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026.
Namun, skema final masih dibahas pemerintah.
“Harusnya Juni. Tapi saya mesti lapor dulu. Ini kan kita menjalankan petunjuk Bapak Presiden. Tapi kan belum matang, ini masih didiskusikan. Tapi kira-kira arahnya ke sana,” jelasnya.