Mentan Amran Siap Copot Puluhan Pejabat Kementan yang Terlibat Mafia

Mentan Amran Siap Copot Puluhan Pejabat Kementan yang Terlibat Mafia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meneruskan pembenahan oknum bermasalah di kementerian pertanian (Kementan).

Belasan pejabat hendak dibebastugaskan dalam hubungannya dengan praktik mafia sektor pangan atau mafia pangan. Amran meyakinkan hendak mencopot sekitar belasan aparatur Kementerian Pertanian termasuk setingkat eselon I. Dia bakal mengeksekusinya dalam tempo dekat.

"InsyaaAllah, doakan.Jadi nanti saya sampaikan," ungkap Amran, di kediamannya di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).

Amran menekankan, pencopotan belasan pejabat tersebut bukan tanpa pertimbangan. Usaha pembersihan dikerjakan dengan menindak oknum yang menyalahi aturan di lembaga yang dipimpinnya. Khususnya berkaitan dengan tindak pidana korupsi sampai mafia pangan.

"Bukan saja kami tindaki di luar, yang korupsi, yang mafia juga dalam (Kementerian) Pertanian kami bersihkan. Kami dapat, kami beresin. Jadi, ya doakan," beber dia.

Pencopotan tersebut bukan kali pertama dikerjakan Amran. Pada awal 2026 silam, Amran telah memecat sekitar 192 orang di Kementan guna memacu swasembada pangan. Pegawai Kementan Jadi Buronan Polisi

Amran Sulaiman membeberkan telah memberhentikan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) yang disinyalir terlibat pelanggaran.

Petugas berinisial C itu kini masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Amran menyebutkan, surat pemecatan atas orang bersangkutan sudah dibubuhi tanda tangan sejak 7 Mei 2026.

"Kami baru tanda tangan pemecatannya tanggal 7 Mei 2026, kami berhentikan inisialnya C, sekarang DPO," kata Amran di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Proses Hukum

Total cadangan beras sepanjang periode Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjabat menjadi sebuah kebanggaan yang mesti diakui dalam rekam jejak Indonesia.

Ia memaparkan pegawai tersebut disinyalir terlibat dalam urusan pengambilan sejumlah uang. Walau belum menjelaskan lebih mendalam nominal ataupun kasus yang dimaksud, Amran berharap petugas keamanan dapat segera meringkus yang bersangkutan.

"Kalau dia mengambil uang sudah ditemukan tapi mudah-mudahan ditangkap dan menunjuk lagi siapa temannya di (Kementerian) Pertanian dan di luar," ujarnya.

Berdasarkan Amran, perkara tersebut memperpanjang daftar masalah hukum di lingkung Kementerian Pertanian. Dia menyampaikan saat ini terdapat 76 tersangka yang telah ditindaklanjuti terkait aneka kasus di sektor pertanian.

"Penegakan hukum di sektor pertanian manakala ada bermain-main. Nah alhamdulillah kami juga sudah lakukan, sudah ada tersangka 76 dan yang menarik juga tidak kalah pentingnya adalah perangi mafia," tutur Amran.

192 Pegawai Dicopot Amran

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot sebanyak 192 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian dari langkah tegas mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Kebijakan tersebut dilakukan atas dasar evaluasi kinerja dan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Amran menegaskan, pencopotan dilakukan terhadap pejabat yang dinilai tidak menunjukkan kinerja optimal, tidak patuh terhadap perintah, serta menghambat program strategis pemerintah di sektor pangan.

“Yang kami copot dari kementerian, baik pejabat luar maupun dalam, total ada 192 orang dalam satu tahun. Ada yang kami pecat, bahkan ada yang sampai masuk penjara,” ujar Amran dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Kawarang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk penegakan disiplin dan komitmen Kementerian Pertanian dalam menjalankan perintah Presiden secara tegas dan konsisten.

“Jika kinerjanya tidak baik dan main-main, harus dicopot. Perintah bapak presiden ‘kamu harus dicopot’. Kami hanya menjalankan perintah Presiden,” tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index