JAKARTA - Indeks harga saham gabungan atau IHSG diproyeksikan akan kembali mengalami pelemahan pada sesi perdagangan hari Kamis. Pergerakan IHSG tercatat merosot sebesar 3,56 persen menuju ke posisi 5.883,8 setelah para pelaku pasar memberikan respons yang kurang baik terhadap pengumuman hasil MSCI Annual Market Classification Review.
Walaupun posisi Indonesia saat ini masih bertahan dalam status Emerging Market, pihak MSCI memutuskan untuk memperpanjang periode evaluasi mereka sampai dengan bulan November 2026 mendatang. Mereka pun tetap membuka kemungkinan adanya penurunan status menjadi Frontier Market jika langkah-langkah reformasi pasar yang dilakukan dirasa tidak memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan. Kondisi pasar ini kian tertekan akibat nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh angka Rp 17.950 per dolar AS.
Perhatian utama pasar pada hari ini akan mengarah pada fluktuasi nilai mata uang Rupiah, pergerakan keluar masuknya aliran dana dari investor asing, serta pengumuman data Core PCE Amerika Serikat yang bakal menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga acuan The Fed selanjutnya.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740–5.650, sementara 6.000–6.100 menjadi area resistance terdekat,”