JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyelenggarakan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dijadwalkan berlangsung sampai Agustus 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada seluruh masyarakat agar mempergunakan peluang ini dengan baik guna menyelesaikan pembayaran tunggakan pajak tanpa perlu membayar denda administrasi.
Menurutnya, agenda penghapusan denda pajak seperti ini tidak dipastikan bakal diselenggarakan secara rutin pada tiap tahunnya, oleh sebab itu warga disarankan agar tidak melewatkan kesempatan berharga ini. “Pemutihan pajak belum tentu setiap tahun pasti ada. Harusnya momentum ini dimanfaatkan. Sebab kalau tidak memanfaatkan malah rugi,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan keringanan pajak kendaraan bermotor ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-499 Kota Jakarta serta hari ulang tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lewat pemberlakuan langkah ini, para pemilik kendaraan selaku wajib pajak mendapatkan fasilitas penghapusan sanksi denda untuk Pajak Kendaraan Bermotor serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.
Aturan perihal keringanan denda tersebut tertuang secara resmi dalam Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0018 Tahun 2026 mengenai Pembebasan Sanksi Administratif Secara Jabatan untuk PKB dan BBNKB.
Melalui skema yang diterapkan dalam program tersebut, masyarakat yang masih mempunyai keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bisa melunasi kewajiban mereka tanpa dibebani bunga denda. Pihak pemerintah daerah berharap langkah ini mampu mendongkrak tingkat kesadaran wajib pajak sekaligus meringankan beban finansial warga.
Kendati begitu, Pramono memberikan catatan agar adanya program penghapusan denda ini tidak disalahgunakan warga untuk sengaja menunda-nunda waktu pembayaran pajak. Dia kembali menekankan bahwa sejauh ini tidak ada kepastian apakah program yang sama akan dilaksanakan kembali di masa yang akan datang. “Harapannya, masyarakat segera bisa memanfaatkan itu. Karena kalau tidak, belum tentu tahun depan kami adakan kembali,” ujar Pramono.