IHSG Menghijau Perhatikan Pilihan Saham EXCL MEDC dan TAPG Hari Ini

IHSG Menghijau Perhatikan Pilihan Saham EXCL MEDC dan TAPG Hari Ini
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan 19 Juni 2026 berakhir di zona hijau dengan kenaikan sebesar +0,08% atau bertambah +4,74 poin menuju posisi 6.177. Pergerakan IHSG di penghujung pekan tersebut mengalami penguatan yang cukup terbatas. Pelaku pasar tengah memantau perkembangan rilis tinjauan awal MSCI serta proses rebalancing FTSE edisi 22 Mei 2026 yang mulai diberlakukan pada 22 Juni 2026 dengan acuan harga penutupan di akhir pekan. Sementara itu, dalam periode satu pekan, penanam modal asing mencatatkan aksi jual bersih atau outflow senilai Rp 4,47 triliun di pasar reguler.

Pada pekan sebelumnya, langkah pengetatan moneter kembali diterapkan melalui kenaikan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% yang bertujuan demi menjaga stabilitas mata uang rupiah serta memicu aliran modal masuk investor asing di pasar keuangan dalam negeri. Untuk pekan ini, perhatian pasar tertuju pada pengumuman MSCI Country Classification Review yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026 pukul 03.30 WIB. Di waktu yang sama, pihak otoritas bursa kembali memperkenalkan calon emiten baru yang menjadi IPO ke-4 sepanjang tahun 2026, yakni PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang bergerak di bidang penyediaan perangkat kesehatan. Proses bookbuilding ditetapkan pada kisaran harga Rp446-Rp515/saham dengan target penghimpunan dana paling banyak Rp269,3 miiliar serta valuasi P/E sebesar 22,7x-26,3x.

Dari kancah internasional, indeks saham futures Amerika Serikat mengalami koreksi menyusul situasi yang kembali menegang antara Iran dan AS (22/6). Kondisi ini terjadi usai Presiden Trump melontarkan ancaman bahwa gempuran akan tetap dilangsungkan kendati proses negosiasi perdamaian tengah berjalan di Swiss pada akhir pekan lalu. Di samping itu, harga minyak mentah jenis Brent kembali merangkak naik meski dalam rentang terbatas sebesar +0,8% ke level USD81,2/barel (22/6). Sebaliknya, bursa kawasan Asia Pasifik mampu meneruskan tren penguatan, di mana Indeks Nikkei 225 melonjak +1,99% dan KOSPI terangkat +1,3% secara intraday (22/6). Indeks Nikkei 225 bahkan kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa setelah BOJ mengerek suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir sebesar 25 bps menjadi 1% demi meredam gejolak inflasi sesuai ekspektasi pasar. Pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada rentang 6.050-6.150.

Asing Borong Saham EMAS dan BBCA Saat IHSG Sepekan Melesat 2,82 Persen. Berikut adalah rincian rekomendasi saham untuk hari ini:

EXCL (Accum Buy) Closing Price: 2.580 Target Price: 2.680 Stop Loss: 2.400

Pergerakan EXCL terpantau mendatar di sekitar area support dan memunculkan indikasi pola dragonfly doji, sehingga dinilai cukup menarik untuk dicermati sebagai pilihan akumulasi beli. Berdasarkan parameter teknikal, histogram pada indikator MACD terpantau masih bertahan di zona positif yang mengindikasikan bahwa tren akumulasi masih terjaga dengan baik. Selain itu, saham EXCL termasuk dalam jajaran saham yang paling agresif dikoleksi oleh pemodal asing semenjak awal tahun dengan akumulasi menyentuh Rp518 miliar per tanggal 19 Juni 2026, ditengah situasi arus keluar pasar yang secara total menembus angka Rp82 triliun.

MEDC (Accum Buy) Closing Price: 1.145 Target Price: 1.200 Stop Loss: 1.100

Posisi MEDC saat ini tengah berada pada rentang support dan memiliki peluang untuk mengalami pembalikan arah atau reversal dalam tempo pendek. Indikator histogram MACD pun memperlihatkan adanya aktivitas akumulasi yang masih berjalan, sehingga membuka peluang bagi kenaikan harga saham dalam beberapa waktu mendatang.

TAPG (Accum Buy) Closing Price: 1.525 Target Price: 1.590 Stop Loss: 1.450

Saham TAPG memiliki potensi berbalik arah menguat dengan membentuk konfirmasi pola inverse head and shoulder. Ditambah lagi, bagian histogram pada indikator MACD mulai menunjukkan pergerakan ke arah positif yang menandakan keberadaan momentum pengumpulan saham. Dari sisi katalis, pihak pemerintah memiliki rencana untuk menerapkan kewajiban bauran bahan bakar biodiesel sebesar 50% minyak sawit dan 50% solar (B50) yang akan dimulai pada 1 Juli 2026. Regulasi baru tersebut berpeluang memicu lonjakan permintaan pada sektor crude palm oil (CPO) dan menjadi pendorong sentimen positif bagi para emiten di bidang perkebunan kelapa sawit.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index