Emas Antam di Pegadaian 15 Mei 2026 Stagnan di Rp 2.939.000 per Gram

Emas Antam di Pegadaian 15 Mei 2026 Stagnan di Rp 2.939.000 per Gram
Ilustrasi Emas Antam (sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga emas Antam yang tersedia di Pegadaian terpantau stabil dan tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya pada Jumat, 15 Mei 2026.

Merujuk pada data terbaru laman Galeri 24 Pegadaian yang bersumber dari Money, nilai jual logam mulia Antam ukuran 1 gram tetap bertahan pada level Rp 2.939.000.

Di sisi lain, harga buyback atau harga jual kembali oleh masyarakat ke Pegadaian juga tidak bergerak di angka Rp 2.650.000 per gram.

Masyarakat memiliki pilihan untuk membeli emas Antam dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram dengan rincian harga jual serta buyback yang beragam.

Untuk satuan paling kecil yakni 0,5 gram, harga jual berada di Rp 1.522.000 dengan nilai buyback Rp 1.325.000. Satuan 2 gram dijual seharga Rp 5.815.000 dengan harga buyback Rp 5.300.000.

Sementara itu, untuk ukuran 5 gram dipatok Rp 14.459.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp 28.861.000, dengan nilai buyback masing-masing Rp 13.251.000 dan Rp 26.503.000.

Berbeda dengan kondisi harga domestik yang stabil, harga emas di pasar global justru memperlihatkan tren melemah pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026.

Mengutip data Reuters, harga emas di pasar spot terkoreksi 0,6 persen menjadi 4.686,435 dollar AS per ons, yang menjadi penurunan selama dua hari berturut-turut.

Pelemahan ini disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar terkait lonjakan inflasi dan antisipasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Data harga produsen di AS pada April 2026 menunjukkan kenaikan tertinggi sejak awal 2022, memberikan sinyal kuat bahwa tekanan inflasi masih berlanjut di tengah ketegangan geopolitik.

"Inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama," tutur Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Peter Grant menambahkan bahwa keadaan tersebut menjadi faktor utama yang menekan harga emas dalam dua hari terakhir karena kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

"Dan itu telah menekan harga emas dalam dua hari terakhir," ujar Peter Grant.

Hingga kini, pelaku pasar memprediksi peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve akan semakin mengecil sepanjang tahun ini mengingat inflasi konsumen AS mencapai laju tahunan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index