JAKARTA – Kondisi pasar modal tanah air menunjukkan performa yang cukup meyakinkan pada pertengahan hari perdagangan di awal bulan Mei ini. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau sukses mengakhiri perjalanan sesi pertama dengan posisi yang berada di zona hijau.
Laju indeks komposit pada hari Rabu tanggal 6 Mei tersebut tercatat mengalami kenaikan yang cukup stabil sejak pembukaan pagi tadi. Berdasarkan pantauan data melalui platform Stockbit, angka indeks kini telah bersandar dengan mantap pada level 7.102,72.
Kenaikan yang terjadi ini mencerminkan adanya sentimen positif yang tengah menyelimuti para pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia. Angka penguatan tersebut secara teknis setara dengan kenaikan sebesar 0,64 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya.
Secara lebih terperinci, IHSG diketahui mengalami lonjakan sebesar 45,62 poin untuk bisa mencapai level psikologis di angka tujuh ribuan tersebut. Aktivitas perdagangan di lantai bursa sendiri terlihat sangat dinamis dengan volume transaksi yang tergolong besar.
Nilai transaksi yang berhasil dibukukan oleh para investor hingga jeda siang ini telah mencapai angka Rp10,47 triliun. Total saham yang berpindah tangan selama kurun waktu tersebut tercatat sebanyak 22,57 miliar lembar saham.
Intensitas perdagangan juga terlihat dari frekuensi transaksi yang dilakukan oleh para pemodal di berbagai sekuritas. Frekuensi perdagangan di bursa saham domestik tercatat telah mencapai 1,49 juta kali transaksi hingga sesi pertama berakhir.
Jika melihat jajaran saham yang memberikan kontribusi besar, sektor tertentu tampak memimpin kenaikan harga yang sangat signifikan. Saham PT Ricky Putra Globalindo dengan kode RICY menjadi salah satu primadona dalam daftar top gainers siang ini.
Saham RICY terpantau melonjak hingga 32 poin atau setara dengan kenaikan drastis sebesar 34,04 persen ke posisi 126. Di posisi kedua, saham DEFI dari Danasupra Erapacific juga mengekor dengan kenaikan harga sebesar 42 poin atau 28,19 persen.
Performa positif juga ditunjukkan oleh saham PYFA atau Pyridam Farma yang berhasil naik 76 poin menuju level harga 380. Kenaikan saham PYFA tersebut mencatatkan persentase pertumbuhan harian sebesar 25,00 persen tepat pada penutupan sesi pertama.
Selanjutnya, terdapat saham SURI milik Maja Agung Latexindo yang bergerak menguat 18 poin ke level 94 per lembar. Kenaikan tersebut membawa saham SURI menguat sebesar 23,68 persen di tengah optimisme pasar yang sedang tinggi.
Melengkapi jajaran lima besar saham peraih keuntungan tertinggi, ada saham ABDA dari Asuransi Bina Dana Arta. Saham ABDA melesat tinggi dengan kenaikan 840 poin atau tumbuh 22,05 persen hingga mencapai harga 4.650.
Namun, tidak semua emiten merasakan manisnya kenaikan harga karena beberapa saham justru harus terkoreksi cukup dalam. Saham YPAS yang dikelola oleh Yanaprima Hastapersada tercatat turun 165 poin menuju level harga 1.125.
Penurunan saham YPAS ini mencapai 12,79 persen dan menempatkannya di posisi teratas dalam daftar saham top losers. Selain itu, saham BOBA dari Formosa Ingredient Factory juga mengalami pelemahan sebesar 32 poin atau turun 10,46 persen.
Tekanan jual juga dirasakan oleh saham PNGO milik Pinago Utama yang merosot tajam sebanyak 370 poin ke level 3.530. Persentase penurunan saham PNGO terpantau cukup signifikan yakni berada di angka 9,49 persen pada jeda siang.
Saham SHIP atau Sillo Maritime Perdana turut mengisi daftar pelemahan dengan penurunan sebesar 330 poin atau 8,46 persen. Harga saham SHIP kini harus puas berada di level 3.570 setelah mengalami koreksi teknis di sesi pertama.
Terakhir di deretan top losers, ada saham CASA dari Capital Finance Indonesia yang terkoreksi 120 poin ke posisi 1.350. Penurunan pada saham CASA ini setara dengan 8,16 persen jika dihitung dari harga pembukaan pada pagi hari.
Melihat dari sisi nilai transaksi paling besar, saham-saham berkapitalisasi jumbo masih mendominasi aktivitas perdagangan di pasar reguler. Saham BRPT milik Barito Pacific memimpin dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp1,07 triliun sepanjang sesi satu.
Posisi kedua ditempati oleh saham PTRO atau Petrosea yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp437,05 miliar hingga siang hari. Saham sektor perbankan seperti BMRI dari Bank Mandiri juga tetap menjadi incaran dengan nilai Rp341,91 miliar.
Tak ketinggalan, Bank Rakyat Indonesia melalui saham BBRI juga mencatatkan aktivitas perdagangan senilai Rp311,82 miliar. Sementara itu, saham CUAN milik Petrindo Jaya Kreasi melengkapi daftar top value dengan transaksi senilai Rp268,66 miliar.
Dari sisi volume perdagangan, saham-saham teknologi dan komoditas masih menjadi instrumen yang paling banyak diperjualbelikan. GOTO atau GoTo Gojek Tokopedia memimpin volume perdagangan dengan jumlah mencapai 31,20 juta lembar saham.
Selanjutnya, saham ENZO dari Morenzo Abadi Perkasa tercatat berpindah tangan sebanyak 10,36 juta lembar di sesi pertama. Saham sektor perikanan ASHA milik Cilacap Samudera Fishing Industry juga ramai ditransaksikan sebanyak 8,75 juta lembar.
Saham tambang batu bara BUMI dari Bumi Resources mencatatkan volume perdagangan yang mencapai angka 7,86 juta lembar. Terakhir, saham properti KOTA dari DMS Propertindo juga aktif diperdagangkan dengan volume sebanyak 7,33 juta lembar.
Kondisi cerah yang dialami oleh IHSG ini sejalan dengan tren positif yang sedang terjadi di kawasan regional. Mayoritas bursa saham di wilayah Asia terpantau bergerak kompak di zona hijau mengikuti sentimen global yang membaik.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen sehingga berada di level 59.513,12. Penguatan ini diikuti oleh Indeks Hang Seng di Hong Kong yang melonjak lebih tinggi sebesar 0,79 persen.
Bursa saham di China juga menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan tengah hari Rabu ini. Indeks SSE Composite terpantau menguat tajam sebesar 1,26 persen hingga menyentuh level angka 4.164,42.
Singapura juga tidak ketinggalan merasakan dampak positif dengan kenaikan Indeks Straits Times sebesar 0,08 persen. Meskipun kenaikannya tipis, Indeks Straits Times berhasil bertahan di zona hijau pada level 4.924,40.
Keseluruhan data ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi di kawasan Asia mulai kembali pulih. IHSG diharapkan mampu mempertahankan momentum penguatan ini hingga penutupan perdagangan sesi kedua pada sore nanti