Pemerintah Indonesia-Irlandia Jalin Kemitraan AI hingga Penerbangan

Jumat, 04 September 2026 | 12:10:29 WIB
Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi (FOTO: NET)

JAKARTA - Ototoritas pemerintah Indonesia bersama Irlandia mengokohkan sinergi perdagangan dan penanaman modal bilateral lewat penandatanganan dokumen Letter of Intent (LoI).

Lewat diskusi yang diselenggarakan, kedua pihak menyepakati perluasan ekspansi pada berbagai sektor strategis.

Pihak dari sumbernya menjelaskan, peresmian dokumen LoI diproyeksikan mampu mempererat jalinan antar kedua bangsa.

Indonesia bersama Irlandia telah membina relasi diplomatik sepanjang 42 tahun.

Pihak dari sumbernya memaparkan, keseluruhan nilai transaksi perdagangan Indonesia dan Irlandia sepanjang 2025 menyentuh US$ 228,6 juta atau setara Rp 4,02 triliun (kurs Rp 17.600).

Adapun pada kurun Januari hingga Juli 2026, angkanya sudah menyentuh US$ 145,5 juta atau setara Rp 2,56 triliun.

"Pada tahun 2025, total perdagangan Indonesia dan Irlandia mencapai USD 228,6 juta. Sementara itu, pada periode Januari hingga Juli 2026, perdagangan bilateral telah mencapai USD 145,5 juta, meningkat dibandingkan periode sebelumnya di 2025," kata dari sumbernya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan penilaiannya, bermacam bidang lain masih sangat terbuka untuk digarap, meliputi teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), energi hijau dan teknologi ramah lingkungan, pendanaan berkelanjutan, agrifood serta nutrisi, sektor farmasi dan layanan kesehatan, hingga aviasi beserta jasa pendukungnya.

"Seperti kami ketahui, Irlandia telah lama dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terkemuka di Eropa dan menjadi basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, Microsoft. Irlandia juga merupakan salah satu pusat industri farmasi dan biofarmasi terkemuka di dunia," ujarnya.

Pada sudut pandang lain, Indonesia menyajikan pangsa pasar raksasa yang kian berekspansi, daya dukung manufaktur yang solid, serta jajaran peluang investasi.

Sedangkan Irlandia unggul pada aspek inovasi teknologi, kapabilitas teknis, dan jaringan niaga global yang sanggup memberikan nilai tambah bagi kemitraan kedua negara.

Pada kesempatan yang sama, pihak dari sumbernya menyampaikan bahwa dialog yang berlangsung berhasil menyibak beraneka peluang sinergi bisnis.

Irlandia menyatakan kesiapan memboyong keahlian dan rekam jejaknya demi menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami hadir sekarang pada momentum yang nyata di kedua sisi dan Irlandia ingin memenuhi ambisi Indonesia dalam hal ini," ujarnya.

Mengenai estimasi nilai kemitraan kedua pihak, dari sumbernya mengungkapkan pihak otoritas tidak sekadar berpatokan pada capaian target komersial.

Menurut pemikirannya, poin paling krusial terletak pada bobot kualitas sinergi serta bagaimana Indonesia mengoptimalkan kapabilitas utama yang dimiliki Irlandia.

Secara mendalam, salah satu bidang yang memperoleh sorotan utama yakni kedirgantaraan.

Pihak dari sumbernya menyebutkan bahwa Irlandia memegang reputasi unggul pada bisnis penyewaan armada pesawat (aircraft leasing) yang sanggup dioptimalkan oleh ekosistem penerbangan tanah air.

"Salah satunya, ini adalah negara yang mempunyai keunggulan untuk licensing aviation terbesar di dunia, di mana sekarang mobilitas sangat penting di ASEAN. Tentu perusahaan-perusahaan penerbangan di Indonesia, termasuk untuk maintenance," tutup dari sumbernya.

Tags

Terkini