Kadin dan Singapore Business Federation Siapkan Trade AI Advisor Serta Forum Bisnis Menuju ASEAN 2027

Jumat, 04 September 2026 | 04:07:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari intensitas kunjungan delegasi bisnis Singapura yang tercatat tiga kali dalam tiga bulan terakhir. Chairman SBF Mark Lee menyebut frekuensi itu mencerminkan keyakinan pelaku usaha Negeri Singa terhadap fundamental ekonomi jangka panjang Indonesia.

“Kami membawa perwakilan dunia usaha dari sektor kesehatan, ritel, komoditas, hingga perkebunan. Kami percaya masih banyak peluang kolaborasi bersama Kadin, tidak hanya lewat Trade AI Advisor, tetapi juga mendorong agenda ASEAN 2027 yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas,” ujar Mark Lee dalam siaran resmi yang dikutip Kamis (3/9/2026).

Dua Inisiatif Konkret yang Disepakati Kadin dan SBF

Implementasi Trade AI Advisor menjadi fondasi kerja sama teknis jangka pendek. Platform ini dirancang untuk membantu pelaku usaha dari kedua negara menavigasi regulasi, peluang pasar, dan potensi kemitraan lintas batas secara lebih cepat.

Sejalan dengan itu, Kadin dan SBF berencana mengadakan Singapore Regional Business Forum pada pertengahan 2027. Forum ini diharapkan menjadi wadah bagi kalangan bisnis kawasan untuk membahas integrasi ekonomi digital, investasi lintas sektor, serta kolaborasi rantai pasok.

Mengapa Keterhubungan ASEAN Menjadi Prioritas

Dialog tingkat tinggi yang digelar di Menara Kadin ini mengangkat tema “Advancing Digital Trade, Business Cooperation, and the Indonesia-Singapore Agenda Towards 2027”. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa integrasi teknologi AI bukan sekadar efisiensi, melainkan kunci perluasan akses pasar ekspor nasional.

“Kami ingin memastikan perdagangan dapat dilakukan lebih banyak dengan teknologi, lebih murah, lebih cepat, dan akses pasar lebih besar. Kadin juga mendukung penuh agar keterhubungan ASEAN menjadi lebih terhubung, lebih global, dan berkelanjutan,” jelas Anindya.

Apa Kata Pemerintah soal Rantai Pasok Kawasan

Pemerintah Indonesia menyambut baik agenda tersebut. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi, menyatakan kedua negara telah sepakat memperkuat rantai pasok regional untuk mengantisipasi gejolak geopolitik dan ekonomi global.

“Di tengah situasi dunia saat ini, negara-negara kawasan perlu saling memperkuat, terutama dalam ketahanan energi, pasokan pangan, serta konektivitas digital. Digitalisasi ini sangat krusial karena akan membuka peluang kerja yang lebih luas dan layak bagi generasi muda di ASEAN,” tutur Edi.

Komitmen ini dinilai penting karena struktur perdagangan global tengah mengalami fragmentasi. Bagi Indonesia, penguatan kerja sama dengan Singapura—salah satu investor terbesar di dalam negeri—bisa menjadi buffer untuk menjaga stabilitas arus investasi dan perdagangan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Kadin Indonesia, antara lain Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Perekonomian Franky O. Widjaja, WKUK Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Shinta Widjaja Kamdani, WKUK Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe, serta WKUK Bidang Pertahanan Andi Rachmat.

Terkini