Realisasi Investasi Semester I Capai Rp 1.010 Triliun, Ekonom Sorot Empat Agenda Ketahanan Ekonomi

Jumat, 04 September 2026 | 02:31:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Forum yang diinisiasi Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini menghadirkan sederet pengambil kebijakan, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Realisasi Investasi dan Hilirisasi Jadi Modal Awal

Salah satu data yang menjadi sorotan dalam forum adalah realisasi investasi pada semester I-2026 yang telah menembus angka Rp 1.010 triliun.

Dari total tersebut, sekitar Rp 300 triliun disumbang oleh sektor hilirisasi. Angka ini menjadi modal bagi pemerintah untuk terus membangun rantai nilai domestik.

Empat Pilar Kebijakan Terintegrasi dalam Satu Kerangka

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib mengidentifikasi empat hal yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi:

  • Stabilitas sektor keuangan. Menjaga likuiditas agar penyaluran kredit tetap optimal ke sektor produktif.
  • Kredibilitas fiskal. Mengelola ruang anggaran secara disiplin dan produktif untuk melindungi daya beli masyarakat.
  • Investasi dan hilirisasi. Mempercepat penciptaan lapangan kerja formal dan penguasaan teknologi lewat pembangunan rantai nilai domestik.
  • Transisi energi. Memperkuat investasi teknologi hijau untuk ketahanan energi jangka panjang.

Alasan Indonesia Tak Boleh Lengah di Kuartal IV

Mirdal menegaskan bahwa ketidakpastian global masih membayangi stabilitas ekonomi. Ia menyoroti dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, serta perubahan kebijakan moneter negara-negara besar sebagai faktor eksternal yang perlu diantisipasi.

"Untuk terus berlayar dengan aman di tengah kecamuk gelombang global ini, ada empat agenda utama yang perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi dan saling terhubung," kata Mirdal dalam sambutannya di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Kamis (3/9).

Fragmentasi perdagangan global juga disebut sebagai risiko yang bisa mengganggu kinerja ekspor dan neraca berjalan Indonesia.

Arah Baru Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Forum yang mengusung tema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" ini tidak hanya berhenti pada pemetaan risiko. Ekonom senior INDEF yang hadir, termasuk Aviliani dan Esther Sri Astuti, didorong untuk melahirkan gagasan tentang sumber pertumbuhan baru.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto serta Staf Ahli Menteri ESDM Jisman P. Hutajulu turut hadir dalam diskusi untuk memberikan perspektif dari sisi legislatif dan sektor energi.

Terkini