BULETINFINANSIAL.COM — Bank Mandiri mencatat sekitar 99,2% transaksi non-tunai ritelnya kini berlangsung melalui kanal digital pada kuartal pertama tahun ini. Untuk terus meningkatkan volume transaksi, perseroan memperluas fungsi aplikasi, termasuk transaksi pembayaran memakai QR.
Volume Transaksi Naik 19,6%
Sepanjang semester pertama 2026, aplikasi Livin' membukukan 5,181 miliar transaksi, meningkat 19,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksinya tumbuh 14,4% menjadi Rp4.833 triliun.
Pertumbuhan pengguna juga terbilang deras. Dari 40,9 juta pengguna per Juni, mayoritas di antaranya aktif melakukan transaksi keuangan bulanan. Angka itu bertambah 24,3% secara tahunan.
Perbankan kini menghadapi pergeseran perilaku nasabah yang semakin terbiasa bertransaksi lewat ponsel. Bank Mandiri memanfaatkan momentum itu dengan menambah fitur pembayaran dan menggelar program insentif.
Strategi Livin': QR, Paket Makanan, dan Program Berbagi
Salah satu andalan adalah fitur QR Bayar. Bank Mandiri mendorong nasabah menggunakan QR tersebut lewat program Livin' Mandiri Berbagi yang digelar dalam rangka HUT ke-28 Bank Mandiri.
Program ini memberikan paket makanan dan minuman bagi pengguna yang melakukan transaksi minimal Rp28 menggunakan QR Bayar. Kegiatannya berlangsung setiap tanggal 2 menjelang 2 Oktober 2026, tersebar di 12 titik di Indonesia. Setiap titik menyediakan 280 paket, dengan target utama pekerja lapangan.
"Momen menuju 28 tahun Bank Mandiri kami jadikan sebagai kesempatan untuk terus berbagi dan tumbuh bersama masyarakat," ujar SEVP Corporate Relations Bank Mandiri Wisnu Trihanggodo, Kamis (3/9).
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan bank untuk menjaga frekuensi transaksi tetap tinggi seiring bertambahnya basis pengguna. Dengan fitur QR yang semakin populer di merchant, Mandiri berupaya mengarahkan nasabah memanfaatkan Livin' untuk pembayaran harian, bukan hanya transfer antarbank.
Kontribusi ke Pendapatan Komisi
Dampak dari penguatan kanal digital juga terlihat pada layanan BI-FAST. Hingga Juli 2026, volume transaksi BI-FAST Bank Mandiri tumbuh sekitar 27% secara tahunan, sementara nilainya naik 29%. Pertumbuhan ini ikut menopang pendapatan berbasis komisi (fee based income) perusahaan.
Dengan basis pengguna yang terus membesar, Mandiri berharap frekuensi transaksi Livin' makin tinggi dan tidak hanya bertumpu pada transfer antarbank. Bank juga terus menambah merchant QR dan kerja sama dengan berbagai mitra agar aplikasinya menjadi pilihan utama transaksi digital masyarakat.