AS Ambil Alih Ladang Minyak Venezuela dan Singkirkan China-Rusia

Selasa, 01 September 2026 | 11:47:54 WIB
Trump. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memperlebar dominasinya atas sektor migas Venezuela dengan mencaplok sejumlah ladang yang dulunya dioperasikan korporasi asal China serta Rusia.

Tindakan ini menjadi bagian dari persetujuan produksi minyak yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Sepasang pejabat AS membocorkan kepada Reuters, Senin, pengalihan tersebut bakal dieksekusi oleh Blue Energy Partners Amerika Utara (NABEP) serta meliputi berbagai proyek yang dulunya berada di bawah kendali firma China maupun satu firma Rusia.

NABEP memperoleh 14 kontrak baru dari pemerintah Venezuela sebagai bagian dari pengaturan tersebut.

Perusahaan ini dulunya dipunyai konglomerat migas AS Harry Sargeant serta sekarang dikuasai pebisnis Venezuela Alejandro Betancourt.

"Venezuela diberkati dengan kelimpahan sumber daya alam, orang-orang pekerja keras dan potensi yang belum dimanfaatkan," ujar Betancourt dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/9/2026).

"Transaksi ini akan melepaskan potensi itu untuk keuntungan besar baik bagi warga Venezuela maupun Amerika."

Dalam susunan baru itu, NABEP bakal memegang kemudi operasional, sementara pemerintah AS mendulang hak kepemilikan 35% saham korporasi serta "akses preferensial" sampai 20% produksi dengan biaya.

Gedung Putih turut menyatakan Kementerian Luar Negeri AS mempunyai hak penolakan pertama guna memborong 80% sisa produksi NABEP.

Trump sebelumnya menuturkan AS telah mengamankan akses terhadap sekitar 64 miliar barel cadangan minyak Venezuela lewat kolaborasi dengan korporasi swasta.

Pengaturan ini sekaligus mengukuhkan posisi perusahaan AS di aset minyak strategis Venezuela dan menggeser kepentingan China serta Rusia yang selama bertahun-tahun memegang peranan besar di sektor energi negara tersebut.

Secara kumulatif, NABEP diperkirakan menguasai 17 proyek minyak di Venezuela yang bakal dikembangkan untuk memasok pasar AS.

Dari 14 proyek yang diberikan pemerintah Venezuela, lima dulunya dioperasikan korporasi China, mencakup Concord Resources, Sinopec dan China National Petroleum Corp, sementara satu lainnya dikelola korporasi Rusia.

"Kami tidak hanya membuka peluang baru bagi pemerintah Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan dan bagi operator Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan, kami membuka Amerika Serikat sebagai pasar minyak ini yang sebelumnya dikirim ke China," ujar dari Sumbernya.

Trump juga menuturkan AS kini mencaplok "jutaan dan jutaan barel minyak" yang dikirim ke sejumlah kilang di Texas dan Louisiana, mempertegas usaha Washington mengarahkan kembali arus minyak Venezuela ke pasar AS.

Tags

Terkini