Pemerintah Bidik Realisasi Investasi 2027 Capai Rp2.322 T

Selasa, 01 September 2026 | 11:47:53 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi. ( sumber : net )

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target pencapaian realisasi investasi pada tahun 2027 senilai Rp 2.322 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani mengutarakan, target tersebut selaras bersama target ekspansi ekonomi 2027 sebesar 5,8% sampai dengan 6,5%.

"Angka ini 13,8% lebih tinggi dari target tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR di ruang rapat Komisi XII DPR, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Rosan menjelaskan, dalam mengeksekusinya, diperlukan sokongan pagu dana guna mendukung target tersebut.

Pagu anggaran yang diperoleh pada 7 Mei 2026 yakni sebesar RP 625,14 miliar.

Berikutnya menyesuaikan surat bersama Pagu Anggaran Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan bertanggal 5 Agustus 2026, alokasi dana Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun anggaran 2027 ditetapkan sebesar RP 974,84 miliar.

Adapun rinciannya meliputi, Program Dukungan Manajemen Rp 505,3 miliar dan Program Penanaman Modal beserta Hilirisasi Rp 469,54 miliar.

Dibandingkan pagu indikatif Rp 625,14 miliar, timbul tambahan dana sebesar Rp 349,7 miliar atau naik 55%.

Rosan menguraikan, realisasi investasi terus menaik tiap tahunnya.

Target penanaman modal tahun 2025 sanggup terwujud dengan capaian 101,3% dan semester pertama 2026 berjalan sesuai harapan.

Ia menyampaikan, kenaikan realisasi investasi tidak sebanding dengan pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang cenderung merosot dalam beberapa tahun terahir.

"Namun demikian, kami memahami efisiensi sebagai bagian dari kebijakan nasional," ungkapnya.

Nantinya, pagu anggaran itu bakal dialokasikan secara optimal lewat program strategis tahun 2027.

Antara lain untuk pemeliharaan dan pengembangan sistem OSS (Online Single Submission), peningkatan realisasi investasi hilirisasi strategis, peningkatan mutu perencanaan penanaman modal.

Di samping itu, untuk peningkatan kerja sama internasional, kemudahan serta percepatan perizinan berusaha, pemasaran peluang investasi terfokus, fasilitas kendala resiliensi investasi dan pengawasan berbasis risiko, serta peningkatan iklim investasi berdaya saing.

Sementara tambahan anggaran sebesar RP 349,7 miliar bakal dipusatkan kepada tiga prioritas.

Pertama, pengembangan OSS versi 2.0 sebesar Rp 201,8 miliar.

"Untuk meningkatkan keandalan OSS sebagai platform layanan investasi nasional," imbuhnya.

Kedua, penguatan daya saing Indonesia dalam memikat investasi sebesar RP 76,4 miliar.

"Antara lain untuk penguatan IIPC (Indonesia Investment Promotion Center), pelaksanaan promosi investasi yang terfokus, dan survei sub-national business ready," jelasnya.

Terakhir, guna percepatan pertumbuhan industri nasional sebesar Rp 71,5 miliar, antara lain untuk pengawalan hilirisasi strategis, fasilitasi proyek prioritas presiden, serta pengawasan berbasis risiko.

"Target realisasi investasi tahun 2027 sebesar Rp 2.322 triliun tidak mudah, tetapi target ini realistis dan hanya dapat kami capai bersama," tutup dari Sumbernya.

Tags

Terkini