Joseph Aoun Minta Yunani Bantu Tegakkan Kesepakatan dengan Israel

Selasa, 01 September 2026 | 05:18:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Permintaan Aoun datang hanya beberapa jam setelah Yunani dan Israel mengumumkan kesepakatan senjata senilai miliaran dolar. Langkah ini membuka peluang Athena untuk memainkan peran lebih aktif dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.

"Kami meminta bantuan Yunani semaksimal mungkin untuk membantu Lebanon," kata Aoun dalam pertemuan tersebut.

Isi Perjanjian Kerangka dan Titik Temu yang Belum Tercapai

Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka pada akhir Juni. Kesepakatan itu mengatur perlucutan senjata Hezbollah, penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, serta penempatan tentara Lebanon di wilayah tersebut. Namun Hezbollah menolak perjanjian itu selama Israel belum menarik diri terlebih dahulu dari wilayah Lebanon. Israel disebut masih melakukan serangan udara dan penghancuran sejumlah permukiman di Lebanon selatan.

Pemerintah Beirut menegaskan tetap mematuhi kesepakatan tersebut, tetapi menekankan bahwa implementasi tidak bisa dilakukan secara sepihak. "Perjanjian kerangka itu tidak dapat diimplementasikan secara sepihak. Perlu diimplementasikan di kedua sisi," ujar Aoun.

Dampak Konflik dan Peringatan terhadap Solusi Militer

Sejak Maret, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya. Sekitar 60 hingga 70 desa dilaporkan hancur akibat serangan darat dan udara. Aoun memperingatkan bahwa penyelesaian melalui kekuatan militer tidak akan membuahkan hasil. "Menyelesaikan masalah dengan kekuatan militer tidak akan berhasil," katanya.

Sikap Yunani dan Agenda Perundingan Selanjutnya

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam konferensi pers bersama Aoun menyatakan dukungan terhadap "kedaulatan, kemerdekaan, dan kesatuan Lebanon". Ia juga mendukung semua upaya yang bertujuan menurunkan ketegangan dan meningkatkan saling pengertian.

Lebanon dan Israel sebelumnya telah menyelesaikan putaran ketujuh perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma. Namun saat negosiasi berlangsung, Israel justru meningkatkan serangan di Lebanon selatan. Putaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada September.

Terkini