Pemimpin Oposisi Zambia Didakwa Makar usai Sengketa Hasil Pemilu

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:37:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Dakwaan makar ini dijatuhkan kepada Mundubile dan 17 orang lainnya, termasuk calon wakilnya, Makebi Zulu. Mereka sebelumnya bersembunyi di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lusaka setelah pasukan keamanan menggerebek properti yang terkait dengan Mundubile sehari setelah pemungutan suara pada 13 Agustus lalu.

Kronologi Penangkapan dan Dakwaan

Penggerebekan yang menewaskan seorang mantan menteri kabinet itu terjadi setelah otoritas menuduh partai NRPUP pimpinan Mundubile merencanakan pemberontakan bersenjata. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh partai.

Mundubile dan Zulu baru ditahan setelah Presiden Hichilema menekan PBB untuk menyerahkan keduanya. Proses hukum berlanjut cepat dengan pengumuman dakwaan makar yang disampaikan pengacara mereka kepada media lokal, Zambian Eye.

Hasil Pemilu dan Ketegangan Politik yang Meningkat

Berdasarkan hasil resmi, Mundubile memperoleh 38 persen suara dalam pemilu 13 Agustus, sementara Hichilema unggul telak dengan 60 persen suara. Meski pengamat regional dan internasional menilai hari pemungutan suara berlangsung damai, situasi politik pasca-pemilu justru memanas.

Komisi Hak Asasi Manusia Zambia telah mendesak adanya akuntabilitas atas hilangnya sejumlah orang pasca-penangkapan dan operasi keamanan yang terjadi di sekitar pemilu. Pihak oposisi juga mengkritik langkah otoritas yang menutup akses pengadilan pada hari terakhir pengajuan gugatan hasil pemilu, sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk menempuh jalur hukum.

Pelantikan Petahana dan Langkah Oposisi

Di tengah ketegangan ini, Hichilema dijadwalkan dilantik untuk masa jabatan kedua pada 1 September mendatang. Sementara itu, kubu oposisi menyatakan akan fokus membela diri di hadapan pengadilan atas dakwaan makar yang dijatuhkan kepada Mundubile dan 17 rekannya.

Terkini