BULETINFINANSIAL.COM — Metrotvnews.com mencatat sejumlah topik ekonomi yang paling banyak dicari pembaca pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dari pergerakan harga logam mulia hingga kabar pencairan bantuan sosial, berikut lima berita yang menjadi perhatian publik.
Harga Emas Tertekan Sinyal Suku Bunga Tinggi
Harga emas turun pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pelemahan ini dipicu pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang mengisyaratkan inflasi yang persisten mungkin mengharuskan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Sinyal tersebut membuat investor mengurangi posisi di aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Tekanan terhadap harga emas diperkirakan berlanjut jika data inflasi AS berikutnya masih menunjukkan angka yang kaku.
Bansos Tahap 3 2026 Mulai Disalurkan
Penyaluran bantuan sosial memasuki tahap ketiga untuk periode Juli hingga September 2026. Program yang dicairkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima dapat mengecek jadwal dan besaran bantuan melalui kanal resmi pemerintah. Pencairan bansos ini diharapkan menjaga daya beli kelompok rentan di tengah tekanan ekonomi.
Superindo Hadirkan Promo JSM untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Ritel Superindo kembali menggelar promo Jumat, Sabtu, Minggu (JSM) yang menawarkan berbagai kebutuhan belanja dengan harga lebih terjangkau. Promo ini menyasar masyarakat yang ingin memenuhi stok kebutuhan rumah tangga sekaligus berbelanja makanan dan minuman.
Program diskon berkala seperti ini menjadi andalan ritel untuk mendongkrak trafik kunjungan di akhir pekan di tengah pola konsumsi yang selektif.
DJP Buka Rekrutmen Relawan Pajak untuk Negeri 2027
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membuka rekrutmen Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) untuk periode penggunaan 2027. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa, dosen, atau tenaga pendidik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Para relawan nantinya akan dilibatkan dalam pendampingan dan edukasi perpajakan kepada masyarakat wajib pajak. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya DJP memperluas kepatuhan sukarela melalui jalur kolaborasi dengan akademisi.
Semen Indonesia Rilis Bata Interlock Presisi dengan TKDN Hampir 100 Persen
PT Semen Indonesia Tbk memperkenalkan produk terbaru bernama Bata Interlock Presisi (BIP). Material konstruksi ini dikembangkan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100 persen.
Produk ini dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih cepat, efisien, dan presisi. Inovasi material ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk menggenjot penggunaan produk lokal dalam proyek konstruksi di dalam negeri.