Trump Teken Perintah Ganti Nama Danau Ontario, Kanada Menolak

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:05:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Keputusan tersebut diumumkan Trump di Ruang Oval, Kamis (27/2), dan disebutnya berlaku efektif segera. Perintah itu memberi waktu 30 hari bagi Departemen Dalam Negeri AS untuk memperbarui nama danau di Layanan Informasi Nama Geografis, basis data resmi nama tempat domestik AS.

Trump sebelumnya telah berulang kali melontarkan ancaman mengganti nama danau tersebut di media sosial di tengah sengketa dagang. "Kami punya teluk dan kami punya danau. Sekarang kami hanya butuh samudra. Mungkin kami harus mengganti nama Atlantik atau Pasifik. Mungkin keduanya," ujarnya saat menandatangani perintah itu.

Respons Tegas Pemerintah Kanada

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan nama Danau Ontario telah digunakan lebih dari 400 tahun, jauh sebelum Konfederasi Kanada dan Deklarasi Kemerdekaan AS terbentuk. "Hal-hal harus disebut dengan namanya, dan danau ini disebut Danau Ontario—hari ini dan selamanya," tulisnya di media sosial.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford menyatakan, "Ini Danau Ontario bagi warga Kanada dan seluruh dunia. Sekarang dan selamanya." Menteri Industri Kanada Melanie Joly juga menegaskan negaranya tidak akan mengakui perubahan nama tersebut.

Nama Ontario, bersama Huron, Michigan, dan Erie, berasal dari bahasa masyarakat adat. Danau Ontario merupakan yang terkecil di antara Danau-Danau Besar dan berbatasan langsung dengan provinsi Ontario di Kanada serta negara bagian New York di AS.

Preseden Teluk Meksiko dan Sengketa Hukum

Langkah ini mengulang kebijakan Trump pada 2025 yang mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk America. Meksiko menolak perubahan itu dengan argumen bahwa satu negara tidak bisa mengganti nama perairan internasional bersama.

Kebijakan serupa sebelumnya memicu sengketa hukum antara Meksiko dan Google. Pengguna Google Maps di AS melihat "Teluk America", sementara pengguna di Meksiko tetap melihat "Teluk Meksiko". Pengguna di negara lain melihat kedua nama tersebut.

Gedung Putih saat itu juga memblokir wartawan Associated Press (AP) dari acara kepresidenan karena kantor berita tersebut menolak memakai nama "Teluk America". AP menggugat pemerintah AS dan perkara itu masih berjalan.

Perundingan Dagang dan Sikap Kongres

Perubahan nama ini terjadi setelah pembicaraan dagang AS-Kanada gagal mencapai kesepakatan Jumat malam pekan lalu. Kedua pihak saling menuduh meminta perubahan mendadak pada kesepakatan sementara. AS memberlakukan tarif baru 50 persen atas barang Kanada senilai US$20 miliar, dan Kanada akan membalas dengan tarif setimpal bulan depan.

Menteri Perdagangan Kanada untuk urusan AS, Dominic LeBlanc, menyebut AS telah menarik sebagian tuntutan terkait label berbahasa Prancis. "Kami menantikan klarifikasi konstruktif lebih lanjut dari AS, yang bisa membuka kemungkinan kesepakatan dagang yang saling menguntungkan dengan menghormati kedaulatan Kanada," tulisnya.

Di sisi lain, anggota Kongres dari Partai Demokrat Debbie Dingell yang mewakili Michigan—negara bagian yang berbatasan dengan empat dari lima Danau-Danau Besar—menyatakan akan mengajukan RUU untuk membatalkan perubahan nama tersebut. Ia menyebut perintah Trump "bodoh" dan menekankan bahwa Danau-Danau Besar adalah kekayaan bersama yang dilindungi warga AS dan Kanada lintas generasi.

Tidak ada badan internasional yang diakui secara universal untuk menetapkan nama perairan internasional. Meski presiden AS punya kewenangan luas atas pengakuan resmi nama tempat di negaranya, negara lain tidak wajib mengikutinya.

Terkini