Solusi Bisnis Komodo Water Ubah Air Laut Menjadi Pasokan Air Bersih

Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:01:42 WIB
Bangun Bisnis Hijau, Komodo Water Sulap Air Laut Jadi Layak Minum (FOTO: NET)

JAKARTA - Kendala ketersediaan pasokan air bersih berstatus sebagai hambatan di area sekeliling Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Permasalahan tersebut lantas memicu dari sumbernya guna mendirikan usaha yang mengusung misi kepedulian sosial serta kelestarian alam.

Dari sumbernya berstatus sebagai Pakar Energi Berkelanjutan sekaligus perintis Komodo Water.

Berdasarkan penjelasannya, langkah ini berawal dari hambatan warga di wilayah kepulauan kecil untuk memperoleh air bersih.

Dari sumbernya mengungkapkan warga harus menghabiskan durasi hingga empat jam perjalanan pergi-pulang menuju Labuan Bajo semata-mata demi memperoleh air pasokan.

"Sesuai dengan namanya, memberikan air untuk masyarakat di sekitar Kepulauan Taman Nasional Komodo.Di sana itu meeka kan susah air ya, jadi beli air itu 4 jam lah buat bolak-balik ke Labuan Bajo buat ambil air," kata dari sumbernya dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema 'Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi' di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Pihak Komodo Water lantas mendirikan sarana penyediaan air bersih di wilayah kepulauan tersebut mengandalkan tenaga panel surya.

Pasokan air laut sekitar selanjutnya diproses melalui metode desalinasi sampai terkonversi menjadi air layak konsumsi.

"Kami buatin fasilitas air bersih di pulau pake solar panel, semuanya berkelanjutan. Kami melakukan desalinasi," sebut dari sumbernya.

Dari sumbernya menerangkan bahwasanya Komodo Water beroperasi sebagai kewirausahaan sosial, yakni bentuk bisnis yang dieksekusi atas dasar tujuan sosial.

Menurut penilaiannya, unit usaha yang berkesinambungan idealnya bersumber dari permasalahan riil warga, lalu merumuskan jalan keluar yang konsisten berwawasan lingkungan.

Berdasarkan sudut pandangnya, prinsip green jobs tak melulu harus dimaknai sebagai pembukaan bidang profesi gress.

Praktis seluruh ragam pekerjaan sanggup diarahkan agar lebih selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan.

"Sebenernya karena kebetulan kasusnya Komodo, awalnya jalan-jalan, liat susah air di sana, balik lagi bikin air bersih. Tapi kalo ngomongin lebih luas, tentang green ini, awalnya mulai dari lihat masalahnya. Apa sih persoalan yang ada, cara kami mensolusikan dengan opsi-opsi yang ramah lingkungan tadi itu," tutup dari sumbernya.

Tags

Terkini