Perang Dagang Memanas, Kanada Ancam Hentikan Pasokan Energi menuju AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:54:49 WIB
Ilustrasi Bendera AS dan Kanada (FOTO: NET)

JAKARTA - Ketegangan perniagaan antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) bergerak kian membara.

Otoritas Kanada mulai melemparkan gertakan tajam dengan ancaman penghentian pengiriman daya listrik, minyak bumi, serta gas menuju Negeri Paman Sam.

Dari sumbernya memberi peringatan bahwasanya saat ini negerinya menyalurkan porsi terbesar atas pemenuhan impor gas alam serta listrik AS.

Beriringan dengan hal itu, Kanada turut menyuplai kisaran 60 persen dari keseluruhan impor minyak mentah bagi negara yang kini dinakhodai oleh Presiden Donald Trump tersebut.

"Saya rasa mereka tidak ingin kami menghentikan pasokan energi tersebut," kata Carney pada Sabtu (22/8).

Kendati langkah menjepit AS via komoditas energi belum masuk dalam paket regulasi balasan resmi Kanada atas penetapan tarif 50 persen dari Trump sebelumnya, para pejabat wilayah secara terbuka menegaskan opsi tersebut tidak disingkirkan begitu saja dari arena perundingan bersama Negeri Paman Sam.

Mengenai hal ini, salah satu penegasan paling lantang bersumber dari dari sumbernya.

Ia mempertimbangkan penerapan 'biaya tambahan energi' (energy surcharge) sebesar 25 persen bagi seluruh penjualan listrik ke AS.

Ketentuan ini diprediksi bakal langsung menghantam 1,5 juta tempat tinggal dan pelaku bisnis pada kawasan Michigan, Minnesota, hingga New York.

Di samping itu, Kanada juga memegang peranan sebagai pemasok utama bahan baku pupuk, layaknya potas.

Hal itu menjadikan komoditas ini sangat krusial bagi kelangsungan sektor pertanian dan perkebunan AS.

"Saya ingin melihat (Trump) menjalankan mobil tanpa minyak. Saya juga ingin melihatnya menanam sayuran dan buah-buahan tanpa potas," sentil Ford.

"Presiden Trump meremehkan kami, dan itu adalah kesalahan terbesar," tegasnya lagi.

Di luar komoditas tersebut, Amerika Serikat merupakan destinasi utama penjualan ekspor mineral Kanada secara menyeluruh.

Situasi ini dinilai dapat menjadi kartu penekan lain bagi pihak Ottawa untuk menghimpit pemerintahan Trump.

Dalam hal ini, dari sumbernya juga memasang ketetapan tegas dengan menegaskan pada sebuah wawancara bersama Associated Press bahwa AS tidak bakal memperoleh sebutir pasir pun dari wilayah Ontario.

Tags

Terkini