Ribuan Buruh Hyundai Mogok Kerja Menuntut Kenaikan Batas Usia Pensiun

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50:31 WIB
Ilustrasi Logo Hyundai (FOTO: NET)

JAKARTA - Ribuan karyawan pabrik manufaktur otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor, menggelar mogok kerja untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir pada Jumat (21/8/2026).

Langkah ini diambil setelah proses runding gaji tidak mencapai kesepakatan.

Pada pembahasan tersebut, para buruh mendesak perpanjangan masa pensiun serta perlindungan profesi dari pengaruh kecerdasan buatan (AI) maupun otomatisasi.

Unjuk rasa pemogokan ini berlangsung tepat di depan kantor pusat Hyundai Motor di Seoul, Korea Selatan.

Melansir informasi dari sumbernya, aksi demonstrasi ini turut melibatkan elemen buruh lainnya hingga jumlah total peserta diperkirakan mencapai sekitar 3.000 personil.

Aksi pemogokan tersebut berdampak langsung pada kelancaran rantai produksi Hyundai Motor.

Menurut pemberitaan dari sumbernya, mogok kerja ini mengganggu proses manufaktur 55.200 unit kendaraan bernilai 2,3 triliun won atau setara Rp 29,40 triliun (dengan estimasi kurs Rp 12,78 per won).

Beban tuntutan dari para buruh kian menambah himpitan bagi Hyundai Motor, di mana perseroan telah memproyeksikan kegagalan pencapaian target penjualan global tahun ini akibat sengitnya kompetisi dari produsen otomotif asal Tiongkok di kawasan Eropa serta penurunan daya serap pasar domestik.

Pada sisi yang berlawanan, organisasi buruh menuntut perpanjangan batas usia pensiun dan kenaikan bonus bulanan dari 750% menjadi 800% dari gaji pokok.

Para karyawan juga meminta kepastian perlindungan pekerjaan seiring langkah Hyundai Motor menggenjot pemanfaatan teknologi AI dan otomatisasi pabrik.

Seperti diketahui, Hyundai Motor berencana mengoperasikan robot humanoid di fasilitas pabrik Georgia, Amerika Serikat, pada tahun 2028 dan berniat meluaskannya ke jajaran pabrik lain.

Utusan dari sumbernya mengindikasikan bahwa akselerasi AI berpotensi mengancam tidak hanya tenaga kerja di lini perakitan, tetapi juga lini riset dan teknis di perusahaan manufaktur tersebut.

"Bahkan jika AI diperkenalkan, kami siap untuk melawannya - dan siap untuk menang. Kami prihatin dengan generasi mendatang," kata seorang pekerja Hyundai Motor dan wakil presiden Serikat Pekerja Logam Korea, Kim Byung-chul, dikutip dari sumbernya, Jumat (21/8/2026).

Di pihak lain, perwakilan dari sumbernya mengutarakan bahwa pihaknya tetap membuka pintu dialog terkait penyesuaian gaji.

Kendati demikian, organisasi pekerja menyatakan siap membahas kembali opsi pemogokan apabila jajaran manajemen tidak menyodorkan penawaran yang berorientasi pada masa depan.

"Aksi mogok dapat berdampak pada pelanggan, mitra, dan operasional kami. Kami berada di saat kritis di mana kedua belah pihak harus bekerja sama untuk berhasil melewati transisi global menuju mobilitas masa depan," demikian pernyataan tersebut.

Tags

Terkini