Mendag Minta Industri Otomotif Maksimalkan Perjanjian Dagang Ekspor

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:01:57 WIB
Mendag Minta Industri Otomotif (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para pelaku usaha pada sektor otomotif untuk senantiasa mendongkrak ekspor dan memaksimalkan beraneka perjanjian dagang yang dimiliki oleh Indonesia bersama mitra internasional.

Menurut sang menteri, berbagai kesepakatan dagang itu merupakan modal krusial untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka peluang anyar bagi komoditas buatan Indonesia di tingkat internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendag Busan kala menyambut perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Gedung Kementerian Perdagangan, Selasa, (11/8/2026).

Forum ini menjadi sarana diskusi antara regulator dan pelaku industri guna membahas dinamika ekspor otomotif, potensi perluasan cakupan pasar, serta menyerap beragam aspirasi dan hambatan yang dialami dunia usaha dalam memacu ekspor.

“Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Mendag Busan usai pertemuan.

Mendag Busan menuturkan, kesepakatan dagang Indonesia dengan negara sahabat turut berfungsi memantapkan akses di wilayah tujuan ekspor utama, salah satunya kawasan Teluk.

Pemerintah secara konsisten mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan para anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) yang ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” ujar Mendag.

Pada agenda perjumpaan ini, Mendag Busan didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Rombongan TMMIN dipimpin oleh Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto yang mengutarakan beberapa masukan mengenai penguatan ekspor otomotif nasional, termasuk peluang ekspansi pasar ke wilayah Amerika Latin.

Berdasarkan penjelasannya, kawasan tersebut menyimpan potensi besar bagi pertumbuhan ekspor otomotif tanah air.

Akan tetapi, penetrasi ke pasar Meksiko masih menjumpai kendala lantaran Indonesia belum memiliki ikatan perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Nandi pun menyampaikan bahwa PT TMMIN siap sedia terus memanfaatkan segala kesempatan yang ada demi memperkuat ekspor tanah air.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Toyota untuk menjaga posisi Indonesia sebagai pusat pasokan bagi banyak pasar sembari tetap merambah pasar ekspor baru.

Merespons hal itu, Mendag Busan mengimbau PT TMMIN agar mengoptimalkan negara-negara yang sudah terikat perjanjian dagang dengan Indonesia, termasuk Peru lewat skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang telah resmi berjalan.

Di samping memperluas perizinan masuk pasar, Kemendag juga terus memberikan kemudahan pada proses ekspor bagi para pelaku industri, khususnya dalam menggunakan fasilitas pemotongan tarif yang ada lewat perjanjian perdagangan.

Salah satunya dengan cara pengembangan sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA) yang memungkinkan pemanfaatan SKA preferensi berjalan secara otomatis.

Pada saat ini, fitur otomatisasi tersebut telah diterapkan buat pengiriman ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, serta Pakistan.

Ia menegaskan, pihak pemerintah bakal selalu terbuka atas beragam saran dari dunia usaha serta akan terus memelihara saluran komunikasi supaya setiap kendala yang dihadapi para pengusaha dapat langsung direspons.

“Kami selalu terbuka menerima masukan dari pelaku usaha. Kalau ada kendala yang dihadapi, sampaikan kepada pemerintah agar dapat segera kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Busan.

Tags

Terkini

Solusi Komplain Pelanggan Service Pasang AC Terkini

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:59:01 WIB

Manajemen Bisnis Teknisi Service Pasang AC Paling Tepat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:55:01 WIB

Strategi Pemasaran Digital Jasa Service Pasang AC Sukses

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:53:01 WIB

Rincian Modal Awal Usaha Service Pasang AC Terbaru

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:51:01 WIB