Rincian Terbaru Harga Perak Antam 12 Agustus 2026 yang Turun Hari Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:01:57 WIB
Rincian Terbaru Harga Perak Antam (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terperosok pada sesi transaksi Rabu, (12/8/2026).

Nilai perak Antam pada hari ini berlawanan arah dari nilai perak global yang justru menanjak.

Namun, nilai perak Antam sejalan terhadap nilai emas Antam yang terhimpit.

Mengutip platform logam mulia, nilai perak Antam merosot Rp 1.000 menjadi Rp 43.100 dibandingkan transaksi sebelumnya Rp 44.100.

Lalu bagaimana terhadap nilai perak global?

Mengutip dari Sumbernya, nilai perak menanjak 1,01% menjadi US$ 65,33.

Nilai perak bertahan pada kisaran US$ 65 per ons pada Rabu usai sempat terperosok pada sesi sebelumnya, seiring para penanam modal bersiap menyambut data inflasi krusial AS yang dapat menyodorkan petunjuk anyar mengenai arah kebijakan Federal Reserve (the Fed).

"Pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September setelah mempertahankan suku bunga tetap pada Juli, dengan kenaikan harga minyak yang memperkuat sentimen kebijakan yang lebih ketat (hawkish)," demikian seperti dikutip dari Sumbernya.

Pada saat yang sama, para pelaku pasar mencermati prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah sinyal-sinyal yang berubah-ubah.

Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa Washington dan Teheran "mendekati semacam kesepakatan" terkait selat tersebut, sementara laporan menyebutkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut.

Di sudut lain, nilai perak tetap terdorong oleh permintaan industri yang solid, terutama dari sektor manufaktur panel surya yang terus berkembang dan pembangunan jaringan listrik.

Data paling gress menunjukkan impor bijih yang mengandung perak oleh Tiongkok melonjak 62,5% secara tahunan (year-on-year) pada Juni menjadi 219.000 ton.

Sebelumnya, nilai emas global stagnan pada sesi transaksi Selasa, 11 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta) usai sempat menyentuh rekor tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada awal sesi transaksi.

Kondisi tersebut seiring penanam modal menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Rabu (12/8/2026), nilai emas spot melorot 0,4% menjadi US$ 4.367,57 per ons usai menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada angka US$ 4.434,84.

Di sudut lain, kontrak berjangka emas AS terangkat 0,2% menjadi US$ 4.430,2.

"Data inflasi mendatang akan sangat memengaruhi prospek suku bunga AS. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi alasan kuat untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya dan, sebagai dampaknya, memberikan tekanan penurunan lebih lanjut pada harga emas," ujar Ekonom Iklim dan Komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.

Penanam modal tengah menantikan data harga konsumen AS yang bakal dipublikasikan pada Rabu dan data harga produsen pada Kamis demi memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan The Federal Reserve (the Fed).

Para pedagang saat ini mengalkulasi peluang hampir 50% bagi kenaikan suku bunga pada September, terangkat dari 44% pada Senin, menurut alat CME FedWatch.

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, pada Senin menyampaikan keyakinannya saat ini merupakan momen yang pas untuk mulai menaikkan suku bunga sec

Tags

Terkini

Solusi Komplain Pelanggan Service Pasang AC Terkini

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:59:01 WIB

Manajemen Bisnis Teknisi Service Pasang AC Paling Tepat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:55:01 WIB

Strategi Pemasaran Digital Jasa Service Pasang AC Sukses

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:53:01 WIB

Rincian Modal Awal Usaha Service Pasang AC Terbaru

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:51:01 WIB