Bulog Hemat Beban Bunga Rp 1,07 Triliun Lewat Subsidi Pemerintah RI!!!

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:20:52 WIB
Bulog Hemat Beban Bunga Rp 1,07 Triliun (FOTO: NET)

JAKARTA - Perum Bulog diperkirakan sanggup menghemat kas perusahaan hingga Rp 1,07 triliun di tahun ini.

Pemimpin Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menganggap penghematan ini memberikan efek yang amat positif bagi tingkat kesehatan finansial perseroan.

Penghematan besar tersebut didapatkan dari pemotongan bunga pinjaman Bulog yang tadinya ada di kisaran 7–8 persen menjadi tersisa 3 persen saja.

Pengurangan beban ini juga dibantu oleh skema subsidi bunga pinjaman dari pihak pemerintah sebesar 2 persen.

"Bunga bank yang biasanya 7–8 persen diturunkan menjadi 3 persen. Ini luar biasa dan dampak dari pengurangan bunga bank tersebut membuat Bulog mampu mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun," ungkap Rizal di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Rizal menjelaskan bahwa pemotongan bunga kredit ini berlaku buat tahun anggaran 2026.

Dia mengakui pencapaian ini menjadi rekor bersejarah baru bagi perjalanan bisnis perseroan.

"Ini suatu prestasi yang luar biasa dan baru kali ini Bulog diberikan suku bunga yang begitu rendah, yaitu 3 persen dari pemerintah," tuturnya.

"Kami sangat bersyukur atas bantuan dan dukungan dari Bapak Presiden, Menteri Pertanian, Menko Pangan, Menteri Keuangan, hingga Mensesneg yang memberikan dukungan penuh kepada Bulog melalui pengurangan suku bunga bank ini," sambung Rizal.

Di samping efisiensi finansial, Perum Bulog turut terus meningkatkan kolaborasi bersama para pelaku usaha penggilingan padi guna menjaga mutu beras nasional.

Langkah tersebut diambil berbarengan dengan melimpahnya persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini telah menyentuh 5,4 juta ton, sehingga fokus utama tidak cuma pada jumlah pengadaan, melainkan juga kualitas sampai ke tangan konsumen.

Pada forum dialog langsung bersama pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rizal menegaskan bahwa keberhasilan tata kelola CBP diukur dari kemampuan menjaga kualitas beras sejak tahap penggilingan, penyimpanan, sampai proses distribusi.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kami bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi dengan Bulog," ujar Rizal.

Sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja di Jawa Barat, Rizal memantau sarana penggilingan rekanan CV Sarana Putra 2 di Sumedang untuk mengawasi seluruh proses produksi, mulai dari penampungan gabah hingga beras siap didistribusikan.

Bukan cuma itu, dia melaksanakan peninjauan mendadak ke Gudang Filial Kordon untuk memastikan tingkat kebersihan, perputaran stok, dan standar sistem tata kelola gudang terjaga dengan maksimal.

Tags

Terkini