Target 4 Juta Ton Capai September, Bos Bulog Garansi Tetap Borong Beras

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:20:52 WIB
Target 4 Juta Ton Capai September (FOTO: NET)

JAKARTA - Perum Bulog bakal terus membeli beras hasil panen petani domestik sampai penghujung tahun, kendati sasaran penyerapan empat juta ton diprediksi tercapai pada bulan mendatang.

Lantaran informasi, lewat Instruksi Presiden (Inpres), Bulog memperoleh penugasan guna menyerap empat juta ton setara beras selama 2026.

Jumlah tersebut diproyeksikan terealisasi sepenuhnya pada September 2026.

"Saya yakinkan kepada masyarakat, khususnya para petani, tidak perlu bimbang dan ragu. Setelah nanti 4 juta ton terserap di akhir September, kami akan tetap melanjutkan serapan di bulan Oktober, November, Desember, dan seterusnya," kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Bulog, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).

Mendekati awal Agustus 2026, Bulog tercatat telah memborong kurang lebih 3,5 juta ton beras.

Artinya, cuma tersisa selisih 500 ribu ton guna memenuhi penugasan Inpres itu.

Sementara itu, keseluruhan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog saat ini sudah mendekati 5,5 juta ton.

Rizal juga memastikan tingginya frekuensi penyerapan oleh Bulog tak bakal memicu gesekan atau berebut gabah dengan penggilingan padi swasta.

"Tidak ada berebutan, justru teman-teman makloon banyak yang meminta agar kami tetap melakukan penyerapan," ucapnya.

"Kemarin kami bersama jajaran direksi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai penggilingan maklun. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk mengingatkan teman-teman penggilingan agar selalu menjaga kualitas hasil giling yang diberikan oleh mitra makloon," beber Rizal.

Sebelumnya, Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan penyerapan beras lokal secara akumulasi sanggup menembus angka empat juta ton pada September 2026.

Hasil ini menjadi dorongan positif bagi kepastian pasar hasil panen petani dalam negeri.

"Estimasi sudah kami hitung bersama Direktur Pengadaan. Di akhir September, insyaAllah angka 4 juta ton itu tembus dan berhasil kita capai," jelas Rizal di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).

Dirinya membeberkan, per 31 Juli 2026, realisasi serapan beras lokal Bulog telah menyentuh 3,507 juta ton.

Angka ini menyumbang porsi besar pada penguatan stok CBP hingga menyentuh 5,25 juta ton pada kurun waktu tersebut.

"Ini adalah capaian tertinggi. Ini buah kerja keras sekaligus wujud nyata dari swasembada pangan yang berkelanjutan. Capaian ini membuktikan bahwa swasembada pangan berkelanjutan benar-benar terwujud pada 2026," paparnya.

Persediaan CBP yang melimpah tersebut terus disalurkan Bulog menuju pelbagai program strategis nasional, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sampai pasokan buat agenda Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami salurkan melalui berbagai program, seperti SPHP, bantuan pangan, hingga pemenuhan beras premium untuk program MBG, termasuk pengalihan cadangan beras pemerintah menjadi beras kelas premium," jelas Rizal.

Guna mengimbangi persediaan yang melimpah, Perum Bulog memperketat kerja sama dengan para pengusaha penggilingan padi demi menjaga mutu beras nasional.

Langkah ini amat penting supaya fokus tak hanya tertuju pada besarnya volume pengadaan, melainkan juga keandalan kualitas hingga beras diterima konsumen.

Rizal turun langsung berdialog dengan para pengusaha penggilingan padi se-Bandung Raya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pada pertemuan tersebut, dirinya menggarisbawahi bahwasanya keberhasilan pengelolaan CBP dinilai dari mutu beras sejak proses giling, penyimpanan, hingga tahap distribusi.

"Kualitas beras adalah tanggung jawab kami bersama. Stok yang besar harus diiringi dengan kualitas yang terjaga. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh mitra penggilingan untuk terus meningkatkan standar pengolahan, menjaga konsistensi mutu, dan memperkuat kolaborasi agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik," pungkas Ahmad Rizal.

Tags

Terkini