JAKARTA - Kehadiran teknologi pompa panas kini menjadi alternatif solusi strategis dalam mewujudkan efisiensi penggunaan daya serta penurunan emisi karbon di lingkungan pabrik nasional.
Penerapan perangkat modern tersebut di salah satu korporasi manufaktur berhasil menghemat pengeluaran belanja tahunan serta menekan volume pelepasan gas buang berbahaya.
Proyek percontohan ini terlaksana berkat adanya kerja sama sinergis antara pihak korporasi dengan instansi pemerintah di bawah kementerian bidang energi.
Pencapaian ini diharapkan mampu memicu minat pelaku usaha lain untuk mengaplikasikan teknologi hemat energi pada fasilitas produksi masing-masing.
Petinggi direktorat konservasi energi kementerian terkait menegaskan bahwa efisiensi daya listrik memiliki fungsi strategis dalam mengawal target penurunan emisi sekaligus memperkuat posisi tawar industri lokal.
"Berbagai hasil audit energi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi mampu menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan. Pemerintah memproyeksikan efisiensi energi dapat berkontribusi hingga sekitar 37% terhadap target penurunan emisi sektor energi pada tahun 2030. Karena itu, implementasi teknologi yang terbukti memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan perlu terus diperluas," ujar Gigih dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Pemerintah juga menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut telah dilandasi oleh aturan resmi yang mewajibkan perusahaan melakukan audit berkala terhadap pemakaian energi mereka.
Di sisi lain, pengamat program dekarbonisasi industri internasional berpendapat bahwa penghematan energi merupakan strategi bisnis fundamental guna menekan tingginya beban biaya produksi.
"Biaya energi dapat menyumbang sekitar 20 hingga 30% dari total biaya produksi industri. Karena itu, efisiensi energi bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga strategi untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing. Pengalaman di PT Freyabadi Indotama menunjukkan bahwa teknologi yang tersedia saat ini sudah mampu menghasilkan manfaat yang nyata dan terukur," kata Johannes.
Ketersediaan contoh kasus yang sukses di lapangan dinilai sangat penting guna menepis keraguan para pemilik modal dalam menanamkan investasi pada teknologi ramah lingkungan.
Pihak manajemen pabrik tempat penerapan teknologi tersebut menyatakan bahwa langkah ini ditempuh sebagai kelanjutan dari program pemanfaatan energi terbarukan sebelumnya.
"Perjalanan kami dimulai dari berbagai inisiatif dalam aspek energi, termasuk pemasangan panel surya. Setelah itu kami mencari teknologi lain yang dapat membantu menurunkan emisi CO? dan meningkatkan efisiensi operasional. Melalui program SETI, kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai pilihan teknologi dan akhirnya memutuskan untuk mengimplementasikan heat pump," jelas Adi.
Kepala pabrik tersebut mengapresiasi asistensi yang diberikan selama proses kajian kelayakan hingga tahap pemantauan operasional berjalan.
"Program SETI sangat membantu mulai dari tahap assessment, rekomendasi teknologi, hingga monitoring implementasi. Namun seluruh keputusan investasi tetap dilakukan oleh perusahaan berdasarkan kebutuhan operasional dan pertimbangan bisnis," ujarnya.