JAKARTA - Badan usaha milik negara di sektor industri semen turun tangan langsung mempercepat penanganan masalah pasokan material di wilayah Aceh melalui optimalisasi jaringan logistik.
Upaya ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan stok semen di tengah peningkatan kebutuhan pembangunan serta fluktuasi harga di tingkat pedagang.
Dalam lawatannya ke Aceh, pimpinan utama perusahaan semen terjun langsung meninjau aktivitas operasional pabrik dan memeriksa kesiapan fasilitas gudang penyimpanan.
Serangkaian agenda dilanjutkan dengan memimpin rapat evaluasi bersama jajaran direksi guna mempercepat normalisasi distribusi.
Pimpinan perusahaan juga menyempatkan diri berdialog dengan para distributor utama guna memantau kondisi stok di pasaran secara langsung.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," kata Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Sebagai langkah pemulihan pasar, manajemen mengoptimalkan kapasitas keluaran pabrik dan menambah pasokan melalui berbagai fasilitas terminal pengantokan di wilayah terkait.
Koordinasi intensif terus dijalin bersama pemerintah daerah dan mitra logistik agar proses penyaluran barang ke tangan konsumen tidak mengalami hambatan berarti.
Evaluasi harian terhadap pergerakan stok dan tingkat permintaan pasar juga diterapkan untuk mendukung kecepatan respons operasional perusahaan.
Kondisi geografis dan tantangan distribusi di daerah tersebut dinilai memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak melalui pembentukan tim koordinasi lintas fungsi.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu menyelesaikan setiap kendala teknis di lapangan secara sigap dan tepat sasaran.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," ujarnya.
Selain itu, perusahaan terus menggandeng para pemangku kepentingan daerah untuk memastikan tata niaga distribusi berjalan efisien dan sesuai aturan.
Pihak manajemen turut mengingatkan para mitra penyalur agar mengedepankan etika niaga yang sehat dalam memasarkan produk ke masyarakat.
Menutup keterangannya, pimpinan perusahaan memastikan bahwa harga jual semen di wilayah-wilayah yang sempat terdampak bencana tetap tidak mengalami kenaikan.
Komitmen tersebut dijaga kendati korporasi harus menanggung beban kenaikan biaya operasional akibat lonjakan harga komponen produksi di pasar global.