JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) kembali meningkat pada Juni 2026, melanjutkan tren kenaikan yang sudah terlihat sejak Mei.
Data LPS menunjukkan, jumlah rekening dollar AS mencapai 16,53 juta rekening atau setara 2,4 persen dari total rekening simpanan nasional.
Jumlah tersebut meningkat 85,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 185,5 persen dibandingkan Juni 2025.
Dari sisi nominal, simpanan valas mencapai Rp 1.741,46 triliun atau naik 1,6 persen secara bulanan dan 19,5 persen secara tahunan.
Sebagai perbandingan, jumlah rekening simpanan rupiah mencapai 680,42 juta rekening atau tumbuh 1,1 persen secara bulanan dan 7,8 persen secara tahunan.
Sementara nilai simpanan rupiah sebesar Rp 8.567,87 triliun, turun 0,5 persen dibandingkan Mei, tetapi masih meningkat 8,2 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, nilai simpanan di perbankan hingga Juni 2026 mencapai Rp 10.309,32 triliun, turun 0,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih tumbuh 10 persen secara tahunan.
Baca juga: Purbaya: Keputusan KSSK Ditentukan Kemenkeu, BI, OJK dan LPS, Bukan Danantara Guru-guru di Sekolah Swasta Juga Pendidik bagi Anak-anak Bangsa Artikel Kompas.id Tren Sudah Terlihat Sejak Mei Kenaikan simpanan dollar AS tersebut melanjutkan tren yang sudah terlihat pada Mei 2026.
Saat itu, jumlah rekening dollar AS mencapai 8,92 juta rekening atau naik 58,2 persen secara tahunan dan 5,5 persen secara bulanan.
Dari sisi nominal, simpanan valas mencapai Rp 1.714,76 triliun atau meningkat 18,7 persen secara tahunan dan 7,1 persen secara bulanan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengatakan, peningkatan simpanan dollar AS dipengaruhi masuknya dana devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) ke sistem perbankan.
Menurut dia, masuknya dana hasil ekspor tersebut ikut mendorong bertambahnya jumlah rekening maupun dana simpanan dalam mata uang dollar AS.
“Ya memang ada kan, karena ada DHE. DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi. Jadi pasti meningkat kalau DHE hasil ekspornya balik lagi, dan hasil ekspor masuk, pasti meningkat,” ujar Hery, dari Sumbernya.
Menurut Hery, peningkatan tersebut terjadi seiring masuknya dana hasil ekspor ke perbankan setelah diberlakukannya kebijakan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di dalam negeri.